REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Para petani ikan di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar mengeluhkan terkait harga ikan yang terbilang murah, tidak sesuai dengan pengeluaran yang digunakan oleh petani untuk pembesaran ikan.
Harga pakan yang selalu terus naik tidak sesuai dengan harga jual ikan yang dibeli oleh para pengepul ikan. Para petani ikan berharap ada solusi untuk penanganan permasalahan yang mereka hadapi saat ini.
Dari warga untuk mengatasi hal seperti ini, mereka akan melakukan pembentukan koperasi agar mereka punya perkumpulan agar untuk kesejahteraan para petani ikan di Desa Cindai Alus Martapura.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani mengatakan bahwa pihaknya baru baru ini sudah ada mendapatkan informasi terkait dengan keluhan warga terkait harga ikan saat ini.
“Kemarin kita juga ketua serikat nelayan Indonesia yang juga mengeluhkan terkait harga pakan yang selalu naik dan tidak sesuai dengan harga jual ikan di kolam. Ini menjadi perhatian kami dari pemerintah agar permasalahan ini ada titik temunya,” tuturnya.
Sipliansyah Hartani menjelaskan bahwa pihak berencana akan mengajak duduk bersama antara perwakilan dari kelompok petani ikan dan juga para pengepul ikan di Kabupaten Banjar untuk mencari solusi agar bagaimana sama sama mendapatkan keuntungan.
“Kita berharap dalam waktu dekat ini bisa memfasilitasi mereka untuk duduk bersama antara petani ikan dan juga para pengepul ikan di Kabupaten Banjar untuk membahas permasalahan ini,” ungkapnya.
Ia meneruskan, bahwa saat ini harga pakan selalu naik, sedangkan harga jual ikan di petani harga 1 kilonya 20 ribu rupiah, sedangkan harga di pasaran itu lebih dari 30 ribu rupiah. Dengan harga seperti ini, maka petani ikan kurang diuntungkan.
“Ini perlu solusi, seperti kata orang dulu bagaimana agar ular tidak kelaparan, sedangkan tikus tidak mati, atau bahasa mereka adalah, petani jual mobil untuk beli pakan, sedangkan pengepul beli mobil dari hasil jual ikan,” ucapnya.
Sipliansyah Hartani juga menceritakan bahwa sebelumnya sudah ada terbentuk koperasi Indo Prak Borneo, tetapi di Desa Sungai Batang, mereka melakukan penjadwalan terkait panen ikan agar harga stabil, tetapi tidak berhasil karena ada sebagian petani yang minim modal.
Sipliansyah Hartani juga menyambut baik dengan pembentukan koperasi yang dilakukan oleh para petani ikan untuk bagaimana agar dapat menstabilkan harga ikan dan juga terkait dengan mengatasi harga pakan ikan.
Sebelumnya, Petani ikan di Cindai Alus mengeluhkan terkait dengan harga ikan yang dirasa mereka murah, tidak sesuai dengan pengeluaran yang mereka keluarkan untuk pembesaran ikan.



