REDAKSI8.COM, SAMARINDA – Sebuah video yang menunjukkan dukungan anggota Satpol PP Garut kepada calon wakil presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka viral di media sosial.
Video yang berdurasi 19 detik itu memperlihatkan anggota Satpol PP yang mengenakan seragam lengkap mengatakan bahwa Indonesia perlu pemimpin muda seperti Gibran.
Video tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Garut.
Orang yang membuat video deklarasi dukungan itu adalah seorang pegawai kontrak berinisial CI.
CI adalah anggota Satpol PP senior yang tergabung dalam satu tim yang bertanggung jawab menjaga ketertiban umum di wilayah pusat Kota Garut.
Hal ini mendapat tanggapan dari Kepala Satpol PP Provinsi Kaltim Arih Frananta Filifus Sembiring yang merasa prihatin.
“Saya harap tidak ada kejadian seperti ini di Kaltim dan saya merasa prihatin ada kelompok (pegawai), ya meskipun mereka belum PNS, forum non-ASN,” katanya, Kamis (4/1/2024).
“Saya lihat di situ tidak ada ASN sama sekali, tapi itu juga melanggar, karena apa? Kita sudah terikat oleh aturan, baik ASN maupun pegawai honorer yang digaji negara itu harus netral dan tidak boleh melakukan hal itu,” lanjut AFF Sembiring.
Menghadapi fenomena menjelang Pemilu 2024 ini, ia juga berharap hal serupa tidak terulang.
Menurutnya, Kasatpol yang bersangkutan pasti sudah mengambil tindakan korektif bukan preventif lagi.
Karena setelah kejadian itu, tentu tidak bisa dihindari lagi, karena viral sekali dan secara terbuka mendukung salah satu paslon, yang menurut aturan juga dilarang.
Sebagai kolega di Satpol PP, AFF Sembiring juga menghimbau ke Kabupaten/Kota se-Kaltim agar waspada dalam bermedia sosial terutama saat momen Pemilu 2024 ini.
“Pasti tidak ada perintah pimpinan, karena dari PNS-nya tidak mau melakukan hal itu, tapi kalau terjadi juga, itu adalah gejolak di lapangan. Saya sebagai Kasatpol di Provinsi Kaltim merasa prihatin, berharap tidak berulang lagi, dan harus netral,” kata AFF Sembiring.
Menurutnya juga, netralitas nilainya tinggi, karena hati dan pikiran ASN tentu sebenarnya ingin mendukung.
Namun harus berkorban tidak melakukan yang melawan aturan.
Baginya, para ASN pasti mendukung Pemilu 2024 nanti dan akan menggunakan hak suaranya.
Tetapi dukungan ditunjukkan saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dengan demikian, netralitas sebagai ASN, khususnya sebagai anggota Satpol PP tetap terpelihara dan bisa menjalankan tugas fungsi dengan baik sebagai penegak peraturan di daerah dan penjaga ketertiban umum menjelang Pemilu 2024.
“Semua orang pasti punya pemikiran atau kecenderungan dengan salah satu paslon, itu terserah masing-masing lah, karena toh akan memilih juga, kalau suka simpan di hati lah, ketika di kotak suara baru lah (disalurkan). Kita harus netral termasuk aparaturnya sampai ke bawah,” pungkasnya.



