REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Program Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting Menuju Kabupaten Banjar, Maju Mandiri dan Agamis (Gelang Anting Manis) di klaim oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar sebagai penurun angka stunting di Kabupaten Banjar.
Hal tersebut diungkapkan DKUMPP Kabupaten Banjar menggelar Ekspose Kemetrologian, Temu Konsumen dan Hasil Ekspose Hasil Pelaksanaan Gelang Anting Manis di Hotel Aston Banua, Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Senin (18/12/2023) pagi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Kabupaten Banjar H Saidi Mansyur diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah. Diikuti 55 peserta terdiri dari 25 kepala Puskesmas, 20 pelaku usaha, ASN Dinas Kesehatan (Dinkes) serta pemilik usaha pertambangan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah mengapresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Kepala DKUMPP, Kepala Dinkes serta seluruh kepala Puskesmas di Kabupaten Banjar dalam program Gelang Anting Manis.
Program ini menurutnya berhasil menurunkan peringkat stunting, dari peringkat kedua tertinggi menjadi peringkat ketujuh se Kalimantan Selatan, dan penurunan ini juga sebagai upaya untuk menurunkan stunting yang ditarget oleh pemerintah pusat untuk Kabupaten Banjar.
“Saya juga mengapresiasi terhadap pelaku usaha yang telah berkontribusi dalam layanan terra dan kalibrasi alat ukur timbang di wilayah Kabupaten Banjar. Secara langsung berimbas terhadap penerimaan pendapatan daerah melalui PAD Retribusi Tera Ulang,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar Kencana Wati menerangkan, kegiatan bertujuan sebagai ajang silaturahmi kepada pihak yang turut berkontribusi terhadap pelayanan tera dan tera ulang legal metrologi di Kabupaten Banjar, serta menyampaikan hasil dari pelaksanaan inovasi gelang anting manis.
“Alhamdulillah kolaborasi DKUMPP, Dinkes dan 25 kepala Puskesmas telah berhasil melakukan standarisasi alat ukur timbang tinggi dan berat badan, yang sebelumnya menunjukan angka stunting yang tinggi, dengan kerjasama yang bagus akhirnya berhasil menemukan kesalahan pada angka teranya. Semoga kerjasama ini terus berlanjut dan semakin meningkatkan lagi upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar,” terangnya.
Diakhir acara dilakukan penyerahan sejumlah penghargaan secara simbolis kepada pihak yang telah berpartisipasi dan peduli tertib ukur yakni Puskesmas Sambung Makmur, Puskesmas Paramasan, Puskesmas Martapura 1, Puskesmas Aranio dan Perumda Pasar Batuah Martapura. Dilanjutkan kepada pelaku usaha yaitu PT Hijrah Tunas Mulia, PT Harkat Abadi Sejahtera serta PT Usaha Membangun Rezeki.



