REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar di Koordinir oleh Bidang Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) melakukan pembinaan kesehatan kepada Calon Jamaah Haji (CJH) tahun 2024. Pembinaan ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.
Ibadah Haji adalah rukun islam ke 5 (lima). Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup (istitha’ah) mengadakan perjalanan ke Baitullah.”(QS. Ali Imran [3]: 97).

Ayat ini menyatakan bahwa ibadah haji hanya diwajibkan kepada orang yang telah sanggup mengadakan perjalanan untuk haji, yang lazim disebut dengan istitha’ah.
Konsep istitha’ah artinya mencakup beberapa aspek yang harus dipenuhi, seperti memiliki bekal finansial yang mencukupi untuk biaya perjalanan haji dan keluarga yang ditinggalkan, memahami tata cara manasik haji, hati yang ikhlas, sabar, dan bersyukur, serta dalam kondisi kesehatan mental dan fisik yang memadai.

Agar upaya persiapan kesehatan sebelum keberangkatan terkoordinasi dengan baik dan terarah, perlu ditetapkan batasan/kriteria klinis sebagai dasar penetapan seorang jemaah dinilai mampu (Istitha’ah) dalam aspek kesehatan.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Drg Yasna Khairina bahwa hal yang dirasa cukup penting dalam melaksanakan ibadah haji adalah dalam kondisi kesehatan mental dan fisik yang memadai.
“Untuk keberangkatan jemaah haji tahun 2024, kita lebih dini mendapatkan data bagi calon jemaah haji, jadi kita lebih dini bisa melakukan pemeriksaan dan bisa membina bagi para calon jemaah haji yang kondisinya kurang sehat,” tuturnya.
Yasna Khairina menjelaskan bahwa dengan adanya data lebih awal, maka bisa melakukan pemeriksaan dan waktu sebelum jemaah haji berangkat ada 6 bulanan. Yang biasanya hanya sekitar 3 bulan aja.
“Dengan semakin lamanya waktu pemeriksaan, pihak kami dari dinas kesehatan bisa lebih punya banyak waktu agar para jamaah yang ada penyakit bisa benar benar dapat diatasi, kesiapan mereka lebih bagus lagi, baik kesiapan kesehatan maupun kesiapan mental,” ucapnya.
“Jadi ini merupakan tahap awal pemeriksaan dan data dari hasil pemeriksaan ini kita tindak lanjuti oleh puskesmas di wilayah tempat tinggal calon jamaah haji, dan mereka secara rutin melakukan pemantauan kepada calon jemaah haji, sehingga apa apa yang di menjadi keluhan saat ini bisa diatasi sebelum berangkat,” tambahnya.
Adapun terkait keluhan hasil dari pemeriksaan awal yang dilakukan 2 hari ini, kebanyakan calon jamaah haji adalah Hipertensi dan Diabetes melitus (DM). Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga akan melakukan pemeriksaan awal di dengan lokasi di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Gambut.

Terkait pemeriksaan nantinya seperti apa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar kembali menjelaskan bahwa kita melakukan pemeriksaan awal di 3 titik lokasi yakni di Kecamatan Martapura, di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Gambut.
“Kita ada selama 4 hari melakukan pemeriksaan, kemarin dan hari ini dikumpulkan di Masjid Nurul Iman Indrasari dan besok di Kecamatan Simpang Empat dan Kamis di Kecamatan Gambut,” terangnya
Pemeriksaan yang dilakukan pada Senin kemarin bagi calon jemaah haji di kecamatan Karang Intan, kecamatan Aranio, Kecamatan Martapura, Kecamatan Martapura Timur dan Kecamatan Astambul. Adapun hari ini bagi calon jemaah haji di Kecamatan Martapura yang berada di wilayah puskesmas Martapura 1.
Adapun besok, sosialisasi pendampingan kesehatan untuk calon jamaah haji yang berada di kecamatan Mataraman, kecamatan Simpang Empat, kecamatan Pengaron, kecamatan Sambung Makmur, kecamatan Sungai Pinang.
Untuk sosialisasi pendampingan kesehatan yakni di kecamatan Gambut, kecamatan Sungai Tabuk, kecamatan Martapura Barat, kecamatan Kertak Hanyar, kecamatan Beruntung Baru dan kecamatan Aluh-Aluh.

Salah satu calon jamaah haji dari Kabupaten Banjar Syamsuddin sangat menyambut baik dengan pembinaan yang dilakukan oleh dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bagi calon jamaah haji yang berangkat tahun 2024 mendatang.
“Alhamdulillah ada pembinaan terkait kesehatan dari Dinas Kesehatan bagi calon jemaah haji, apalagi pembinaan bisa dilakukan lebih lama dari sebelum sebelumnya yakni untuk jemaah kali ini 6 bulan, sebelumnya itu informasi hanya 3 bulan,” ungkapnnya.
Ia berharap, dengan waktu yang cukup panjang ini, tidak ada lagi jamaah yang sakit dan mengakibatkan penundaan keberangkatan, apalagi jamaah kebanyakan adalah sudah dikatakan lanjut usia karena diatas 50 tahun.



