REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Sampah merupakan benda yang tak terpakai dan dibuang pada tempat pembuangan akhir. Setiap hari, dalam aktivitas kita selalu menghasilkan sampah. Jika terus ditumpuk, permukaan bumi akan dipenuhi sesak oleh sampah.
Tercatat, sampah plastik di dunia mencapai 5 triliun di setiap tahunnya. Rata-rata setiap hari kita selalu menggunakan sampah plastik dengan nilai rata-rata sehari penggunaan kemasan plastik hanya sekitar 12 menit per hari

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan total sampah nasional mencapai 68,5 juta ton. 17% (sekitar 11,6 juta ton) dari jumlah tersebut adalah sampah plastik dan terjadi peningkatan secara jumlah dari tahun 2010 yang sebelumnya hanya 11%.
Tahun 2022, jumlah sampah nasional kembali naik menjadi 70 juta ton dan yang belum dikelola oleh Ditjen PSLB3 (Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya) hingga saat ini sekitar 24% atau 16 juta ton. Dari 69% sampah yang masuk ke TPA hanya 7% yang terdaur ulang.
Jika dibandingkan dengan sampah yang sudah diolah di negara Malaysia serta Singapura, Indonesia masih tertinggal jauh. Jumlah yang masih belum terkelola baik mencapai 16 juta ton dan tentunya ini salah satu yang menjadi masalah yang tidak akan terselesaikan.
Plastic Management Index atau Index Pengelolaan Plastik (2023) menyebutkan bahwa dibandingkan 25 negara lain, seperti Vietnam, Thailand, serta Malaysia, Indonesia masih kalah dalam hal pengelolaan.

Inilah mengapa kemudian pengelolaan sampah menjadi penting, terutama menuju SDGs di 2030 mendatang dengan FOLU-NetSink yang juga dihasilkan dari sampah, terutama sampah plastik yang butuh 1000 tahun lamanya untuk dapat terurai dalam tanah.
Kabupaten Banjar, merupakan salah satu kabupaten yang juga sedang berjibaku dengan pengurangan sampah plastik. Hingga saat ini Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) mencatat timbulan sampah yang masuk ke TPA telah mencapai 290 ton per hari.
Hal inilah yang kemudian mendorong PT Mitra Agro Semesta (MAS) dan PT Banjar Bumi Persada (BBP) berkolaborasi dengan DPRKPLH melakukan sosialisasi sekaligus edukasi pengelolaan sampah plastik dengan bijak bersama Bank Sampah Sekumpul yang berada di Kota Martapura, Rabu (25/10/2023).
Edukasi ini dilakukan dalam bentuk dialog terbuka, praktek lapangan dengan melihat dan mengenali tipe sampah plastik, sistem dan data base management, serta apa dan bagaimana investasi dari sampah plastik yang menghasilkan ekonomi.
Dewi Heldayati, S.Pd, Direktur Bank Sampah Sekumpul menyebutkan, edukasi yang dilakukan bersama PT MAS dan PT BBP adalah awal yang baik, dengan secara langsung mengajak masyarakat belajar di lapangan.

Dewi juga mengarahkan pentingnya pembuatan cluster titik kumpul sampah, sehingga memudahkan dalam pengangkutan sampah plastik yang terpilah, mengenali buku tabungan sampah, berdasarkan kesepakatan waktu pencairan, pembentukan pengurus bank sampah, dan reward bagi nasabah yang menabung sampah dari berbagai segmen.
Dewi menambahkan, ia akan terus memantau perkembangan tata kelola bank sampah dan membantu masyarakat di sekitar area operasional PT MAS dan PT BBP yang mengikuti edukasi hari ini.
Nor Qomariyah, Public Relations PT MAS dan PT BBP menyebutkan, edukasi hari ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya pengelolaan sampah dengan benar, minimal mengenali apa manfaat sampah dari prinsip 3R (Re Use, Reduce, Recycle).
Bank Sampah Sekumpul akan menjadi mitra ke depan bagi masyarakat yang hari ini belajar seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Lebah Madu, Sungai Bokor Desa Pematang Danau, KWT Desa Bawahan Selan, BUMDES Bawahan Selan, SDN Bawahan Selan 5 dan 6, SMKN 1 Simpang Empat, maupun P4S Patra Mandiri Desa Simpang Empat.
Total keseluruhan 15 orang laki-laki dan perempuan sebagai perwakilan kelompok dari berbagai segmen.
Nursiah, S.Pd. salah satu peserta edukasi dari SDN Bawahan Selan 5 sangat antusias dengan adanya kegiatan karena bisa mendorong siswa sadar akan lingkungan dan memiliki kepekaan sejak dini terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik.
Aspiah, dari KWT Lebah Madu, Sungai Bokor Desa Pematang Danau, juga menilai positif kegiatan seperti ini baru pertama kali dilakukan langsung, didampingi oleh perusahaan untuk mensinergikan dengan Bank Sampah setelah penyuluhan PROKLIM yang juga didampingi oleh DPRKPLH dan pihak PT MAS dan PT BBP.
Aspiah akan terus berkomitmen mengajak masyarakat di desanya lebih luas untuk membangun kesadaran dengan memilah sampah, dimana selain lingkungan menjadi asri, masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi. Bahkan komitmen yang sama juga dibangun oleh BUMDES Bawahan Selan untuk turut berperan dalam mengelola sampah plastik bersama.
Selain belajar mengelola sampah plastik dengan bijak, masyarakat juga melihat berbagai produk yang dihasilkan dari sampah, mulai dari anyaman tikar lantai, berbagai macam tas, topi, tas dan lainnya. Pasca edukasi hari ini, akan ada pertemuan berikutnya yang dimulai dengan action bersama.
Kini, kelompok masyarakat ini telah berhasil membentuk nama kelompok Bank Sampah dengan nama ’SERASI: Sustainable Re-use plastic waste Action, Synergy and Integration”, yakni beraksi memanfaatkan sampah plastik kembali, dengan bersinergi dan integrasi, tentunya dengan Bank Sampah Sekumpul.



