REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar kembali menggelar Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Banjar dan resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Banjar H Saidi Mansyur, Minggu (22/10/2023).
Kegiatan yang dilaksanakan selama 7 hari dimulai mulai tanggal 22 Oktober sampai dengan 28 Oktober 2023 di Runag Terbuka Hijau (RTH) Alun Alun Ratu Zalecha Martapura dengan berbagai mecam perlombaan yang dilaksanakan.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziah PC NU Kabupaten Banjar Nuryadi bahwa peringatan Hari Santri merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi pondok pesanten saat ini.
Menurutnya, bicara soal santri tidak akan lepas dengan pondok pesantren (ponpes), karena di ponpes-ponpes itulah para santri menuntut dan menggali ilmu keagamaan serta mengamalkannya.
Kemudian ketika bicara tentang ponpes, maka tak dapat dilepaskan dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) karena yang mendirikan dan mengembangkan NU adalah pemimpin-pemimpin di ponpes. Artinya antara santri, ponpes dan NU tak bisa dipisahkan.
“InsyaAllah peringatan ini akan menjadi agenda rutin kita, Alhamdulillah ketika kami audiensi dengan Bupati, beliau sangat mendukung dan menghargai kegiatan ini. Beliau menginginkan kegiatan Hari Santri kali ini harus lebih baik dan mantap dari sebelumnya,” ujar Nuryadi.
Bupati Kabupaten Banjar H Saidi Mansyur sendiri mengapresiasi Hari Santri dapat dilaksanakan tahun ini dan akan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah agar terus bersemangat dalam membangun. Adanya perjuangan para ulama maka tugas pemerintah daerah meneruskan dengan hal positif, menjaga kesatuan dan persatuan dalam membangun daerah.
“Semoga kegiatan Hari Santri ini juga menjadi daya tarik bagi masyarakat mengenal lebih jauh ponpes yang ada di Kabupaten Banjar dan menjadi semangat bagi masyarakat untuk menjadi santri,” ujar Saidi.
Dirinya juga sampaikan terima kasih kepada ponpes dari luar Kabupaten Banjar yang menjadi peserta, yang menurutnya akan membawa dampak positif bagi daerah.
“Santri itu penuh makna, mereka mandiri, sabar, jadi simbol Hari Santri menjadi pengingat bagi kita untuk bisa melihat perjuangan mereka dahulu hingga sekarang dan kita doakan para santri di momen Hari Santri akan terus belajar sehingga nantinya bisa berdedikasi untuk bangsa dan negara ini,” harap Saidi.
Kegiatan HSN di Kabupaten Banjar ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional terbang rebana oleh Bupati, Ketua Tanfdiziah PCNU dan pejabat lainnya, dilanjutkan meninjau stand ponpes bersama unsur Forkopimda dan para Kepala SKPD.
Adapun agenda diantaranya lomba syair Maulid Habsy, pidato bahasa arab, kirab santri, pameran, dialog dengan tema santri serta bazar UMKM yang dapat meningkatkan kreatifitas perekonomian pelaku usaha.



