REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menggelar Baayun Maulid, Selasa (26/9/2023) di halaman Kantor Dekranasda Kabupaten Banjar jalan A Yani KM 38 Martapura.
Baayun Maulid adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair Maulid. Baayun Maulid dilaksanakan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal dan rutin dilakukan dan ini merupakan kegiatan yang ke 2 tahun 2023.
Tradisi budaya Banjar tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas. Ia mengatakan, baayun maulid adalah sarana dakwah keagamaan oleh para alim ulama Banjar. Dengan tujuan memperkenalkan adat budaya Banjar kepada anak-anak agar lebih banyak tahu tentang budayanya.
Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat Banjar. Baayun Maulid merupakan kegiatan mengayun anak (bayi) sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tujuan tradisi ini adalah anak-anak Banjar jika sudah besar bisa mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW dan berbakti kepada kedua orang tua.
Tradisi ini biasanya dilakukan di masjid. Peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan dalam Baayun Maulid adalah ayunan yang dibuat dari kain sarung wanita atau (tapih bahalai) yang pada ujungnya diikat dengan tali/pengait.
Kain ayunan terdiri dari tiga lapis. Lapisan paling atas adalah kain sarigading atau sasirangan (kain tenun khas Banjar). Ayunan dihias dengan janur pohon nipah atau enau, dan pohon kelapa, buah pisang, kue cucur, kue cincin, ketupat, dan hiasan lainnya.

Baayun Maulid memiliki syarat upacara yang disebut piduduk. Piduduk terdiri dari 3,5 liter beras, gula merah, dan garam untuk anak laki-laki, serta sedikit garam ditambah minyak goreng untuk anak perempuan.
Seperti yang disampaikan oleh Plt Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar Irwan Jaya bahwa kegiatan ini diikuti oleh 200 orang anak.
“Ada 200 orang anak yang ikut dalam kegiatan maulid dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar dengan umur antara 2-5 tahun,” ungkapnya.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu orang tua peserta baayun maulid Nurul Maulida dari desa Bawahan Selan menuturkan bahwa baru pertama kali ini mengikuti kegiatan baayun maulid ini.
“Alhamdulillah hari ini bisa mengikutkan anak baayun maulid yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Banjar,” tuturnya.
Nurul berharap, dengan mengikutkan anaknya baayun maulid semoga menjadi anak yang soleh, anak yang berbakti kepada orang tua dan menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan agama.



