REDAKSI8.COM – Seperti diketahui, Intan Martapura merupakan salah satu ikon pariwisata Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar.
Martapura merupakan salah satu dari empat tambang intan yang ada di dunia. Jika dari segi kualitas batu, intan Martapura yang terbaik di dunia.
Bupati Banjar KH Khalilurrahman saat mengunjungi workshop mengatakan, batu seperti Red Borneo merupakan batu musiman, lantaran laku hanya saat penjualannya sedang ramai ramainya.
“Kalau untuk batu mulia seperti zamrud, rubby, intan itu tidak musiman. saya menggeluti penjualan batu mulia sudah 40 tahun lebih,” tutur Bupati Banjar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar H Muhammad Ramlan menuturkan bahwa fungsi dari workshop ini adalah tempat pembinaan para pengerajin batu permata, karena permata di Kabupaten Banjar ini merupakan produk unggulan sekaligus komoditi industri daerah.
“Jadi memang perlu pembinaan, adapun pembinaanya dalam bentuk pelatihan, magang. Untuk meningkatkan kualitas, tentunya kami membina para pengerajin penggosokan batu ini melalui pelatihan, baik itu yang belum bisa menjadi bisa, kemudian ada lanjutan dan ada lagi pemantapan termasuk desain dan sebagainya agar tidak kalah dalam penggosokan (cutting),” ujarnya.
Ke depannya, pengembangan batu permata ini baik dari segi mutu, kualitas, maupun desain agar lebih baik, lebih terkelola lagi, sehingga bisa terus melestarikan bahwa produk unggulan Kabupaten Banjar yang ada sejak dahulu ini, bisa tetap lestari dan menjadi industri, menjadi usaha bagi masyarakat baik industri rumah tangga, industri kecil, maupun yang tahap lebih baik lagi.



