REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Panitia Khusus (Pansus) PT Baramarta (Perseroda) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Baramarta yang langsung dipimpin oleh ketua Pansus Pribadi Heru Jaya dan juga dihadiri oleh anggota pansus, Kamis (10/8/2023).
Adapun yang dibahas adalah terkait dengan laporan keuangan yang hasil dari auditor independen tahun 2021 dan 2022. dari laporan auditor independen mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 PT Baramarta mengalami kerugian sebesar 7 miliar dan pada tahun 2022 kerugian bertambah menjadi 143 miliar.
Kerugian yang diderita oleh PT Baramarta tahun 2022 lebih dari 20 kali lipat dibandingkan tahun 2021 yang hanya sekitar 7.341.865.794. sedangkan tahun 2022 sebesar 143.659.276.424. Informasi dari pihak PT Baramarta saat Rapat dengan Pansus DPRD Kabupaten Banjar bahwa operasional PT Baramarta tinggi.
Ketua Pansus PT Baramarta (Perseroda) Pribadi Heru Jaya mengatakan bahwa terkait rapat hari ini dengan PT Baramarta bahwa kita mendapatkan data dari hasil audit Independen pada saat kita rapat tersebut dan juga ada agenda lain yang harus dilakukan.
“Kita mendapatkan data tersebut saat rapat dengan PT Baramarta dan perlu kita pelajari secara detail, karena hari ini rapat dengan pihak PT Baramarta tidak lama karena ada agenda lain lagi seperti rapat banggar dan juga Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar,” tuturnya.
Pribadi Heru Jaya menjelaskan bahwa yang pasti kita akan melakukan rapat kembali untuk membahas lebih detail lagi terkait dengan kerugian itu, karena dari data tersebut kita juga masih bingung, di laporan rugi tetapi masih bisa bagi dividen.
“Makanya kita akan melakukan pendalaman terhadap data tersebut, walau tadi bagian keuangan menjelaskan bahwa itu adalah pembagian dividen yang terutang, tetapi ini tetap menjadi pertanyaan kita mengapa saat mengalami kerugian PT Baramarta tetap membagikan dividen,” ucapnya.
Ia menjelaskan, seharusnya pembagian dividen itu ada mekanisme yang sudah ada di peraturan daerah, kalau ingin membagi dividen, melakukan cadangan wajib, cadangan lain dan juga tantim, maka harus melakukan rapat RUPS,” tuturnya.
“Yang terpenting saat ini adalah terus dilanda kerugian. Nantinya setelah kita rampung, maka apakah yang perlu diperbaiki dalam manajemen atau lain lain ke depan, tetapi saat ini masih kita pelajari kemungkinannya. masih banyak data yang belum jelas dan kita masih mencari data tersebut sehingga kita bisa memberikan rekomendasi yang terbaik,’ tutupnya



