REDAKSI8.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru melalu Dinas Komunikasi dan Informatika Banjarbaru bekerjasama dengan Bappeda Kota Banjarbaru, menggelar Bimbingan Teknis Tahap 1 Gerakan Menuju 100 Smart City Kota Banjarbaru, di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (4/7/18).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Banjarbaru Johan Ariffin dalam laporannya menyampaikan, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menindaklanjuti tahapan dari penyusunan masterplan smart city.

”Kota Banjarbaru adalah salah satu kota yang terpilih dari 50 kabupaten/kota yang diseleksi pada bulan Maret 2018 lalu, dimana saya dan Kepala Bappeda mempresentasikan kesiapan Banjarbaru untuk ikut dalam gerakan 100 Smart City ini,” ungkap Johan.

Tahun 2017 lalu, sebanyak 25 kabupaten/kota sudah terpilih untuk mengikuti smart city. Pada tahun 2018 ini, terpilih lagi 50 kabupaten/kota dari 124 kabupaten/kota yang diseleksi.
”Kemudian tahun 2019 ada 25 kabupaten/kota yang terpilih, sehingga akan genap 100 smart city kabupaten/kota,” ujarnya.
Diskominfo Kota Banjarbaru, tambah Johan, sudah melaksanakan sosialisasi internal kepada anggota dewan dan tim pelaksana Smart City bulan Juni 2018 lalu (sebelum hari Raya Idul Fitri 1439 H).
Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan menerangkan, infrastruktur teknologi, infrastruktur sosial, dan culture, menjadi beberapa hal yang mendukung dalam smart city. Menurutnya, visi – misi Kota Banjarbaru sudah memuat culture tersebut.
”Visi Kota Banjarbaru mewujudkan kota pelayanan yang berkarakter, sedangkan misinya adalah mewujudkan sumber daya manusia yang terdidik, sehat dan berdaya saing dan berakhlak mulia. Saya kira ini yang mendukung smart city,” terangnya.
Kemudian, Jaya melanjutkan, menyediakan infrastruktur perkotaan yang cerdas, merata dan berwawasan lingkungan, penerapan konsep smart city dimaksudkan agar pemerintah daerah mampu memberikan pelayanan yang berkelanjutan, serta dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat yang mengutamakan kearifan lokal.
Tim Pembina Smart City / pendamping smart city untuk Kota Banjarbaru Nicodemus Simu menjelaskan, smart city
merupakan suatu program dari Kementerian Kominfo, agar Indonesia menjadi Smart Nation.
”Smart City melibatkan Kementerian Kominfo, Kemendagri, Kemenkeu, Kemenpan, Bappenas, kantor staf kepresidenan, dan kementerian perekonomian,” beber Nicodemus.
Nicodemus menambahkan, ada 540 kabupaten/kota yg lolos seleksi dari seleksi administrasi, kemampuan keuangan daerah untuk mendukung implementasi smart city, indeks kota berkelanjutan, hingga sektor unggulan.
”Banjarbaru ada sektor unggulan dari pendidikan, perdagangan, pemerintahan dan permukiman. Selain itu masuk daftar kota berkinerja tinggi, indeks kota hijau (dari Dinas PUPR), dan dimensi pemerataan wilayah dan pembangunan. IT hal terpenting dari Smart City,” pungkasnya.



