REDAKSI8.COM – Kelompok Tani Bina Bersama Desa Surian Hanyar, Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan melakukan panen perdana demplot jagung manis 1 hektar yang difasilitasi oleh PT Mitra Agro Semesta (MAS) dan PT Banjar Bumi Persada (BBP).
Jagung menjadi pilihan masyarakat Desa Surian Hanyar untuk mengembangkan pola farming system sebagai tanaman yang ditanam di sela sela pohon cabai yang juga merupakan tanaman andalan warga Desa Surian Hanyar.

Ketua Poktan Bina Bersama, Hairi mengatakan bahwa jagung manis merupakan pilihan yang tepat sebagai penyumbang pendapatan masyarakat, karena tanaman jagung tidak membutuhkan waktu lama dari mulai menanam sampai panen.
“Pada dasarnya, tanaman jagung lebih berumur pendek dan pengalaman kami, jagung sangat cocok dengan bekas lahan cabai yang juga menjadi salah satu komoditi kami, meski tanaman sela ini dapat menghasilkan secara berkala sehingga petani dapat memetik hasilnya,” tuturnya, Selasa (2/5/2023).
PT MAS dan PT BBP merupakan perusahaan yang memiliki komitmen untuk mendukung pertanian, sejak awal dengan program Farmer Field Schools (FFS), kami merasakan ada dampak positif dengan tumbuhnya semangat petani di sini.
Jagung menjadi salah satu komoditi pangan kedua setelah beras, terutama di Kalimantan Selatan. Tercatat hingga saat ini jagung menghasilkan sekitar 400.000 ton per tahun. Jumlah ini dianggap mampu memenuhi kebutuhan komoditi jagung, terutama untuk pasokan kebutuhan pangan (Distan Kalsel, 2022).

Ini artinya secara peluang pasar, terbuka untuk petani dengan skala pemenuhan yang stabil. Di Pasar regional Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin, harga jagung manis masih berada di kisaran Rp. 3.000,00-Rp. 3.500,00/buah.
Inovasi dengan varietas sweet lady. Sweet lady merupakan varietas jagung manis yang paling cepat waktu panennya. Untuk bisa memetik hasil dari varietas sweet lady, hanya membutuhkan waktu 64 hari setelah tanam di dataran rendah.
Varietas Sweet Lady dengan benih Bonanza F1 ini jika diukur dengan luasan lahan 1 ha akan mampu menghasilkan sekitar 12-18 ton/ 1 kali panen. Sehingga stok jagung manis akan sangat cukup, apalagi strategi penanaman petani sengaja tidak dilakukan secara serempak, mengingat tantangan ulat grayak.
Ulat ini merupakan serangga hama yang menyerang daun jagung muda yang masih menggulung bahkan menyebabkan pertumbuhan akan lebih lambat, apalagi jika curah hujan tinggi.
”Saya masih berharap nanti akan ada peluang pasar ke depan untuk kami. Jadi kami bisa tanam lebih banyak lagi dengan luasan yang lebih banyak,” tuturnya.
Panen perdana kali ini pihaknya sangat berterima kasih pada PT MAS dan PT BBP yang juga memberikan supportnya kepada kami’, ungkap Martu dan Iyus yang pertama kali tanam dan panen perdana jagung manis sebagai uji coba. Jagung manis pada dasarnya memang sangat sesuai dikembangkan di wilayah Desa Surian Hanyar.
Koordinator BPP Cintapuri Darussalam Dewina mengungkapkan banyak potensi yang berkembang di Surian, termasuk jagung manis. Selain jagung ada juga cabai, sayuran dan lain-lain yang sangat potensial dikembangkan dengan model agrotourism atau wisata desa pertanian dengan berbagai jenis komoditi.
PT MAS dan PT BBP mengawali ini dengan baik, mulai dari program FFS, memfasilitasi bantuan benih, pupuk dan uji coba. Hasil hari ini tentu saja menjadi harapan baru kami untuk terus berkolaborasi dengan PT MAS dan PT BBP.
Public Relations PT MAS dan PT BBP Nor Qomariyah mengatakan bahwa pilihan komoditi jagung manis yang dipilih oleh petani merupakan pilihan tepat yang menjanjikan baik dijual dalam bentuk ’baby corn’ ataupun ’jagung manis konsumsi’ dan dari hasil penjajakan pasar, jagung manis masih tersedia cukup luas.
“PT MAS dan PT BBP sangat mendukung penuh program ini karena aligned dengan program pemerintah dalam menyediakan ragam tanaman pangan, membangun kemandirian, bahkan memotivasi petani muda dengan harapan, memberikan kepercayaan dan menanamkan kualitas sumber daya manusia sebagai petani yang profesional,” tuturnya.
Nor berharap, kolaborasi ini terus bisa dilakukan dengan banyak pihak, baik dengan petani penerima manfaat program, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Cintapuri Darussalam, Mataraman dan juga Simpang Empat bersama Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Bappedalitbang Kabupaten Banjar serta Program YESS Kementan RI.



