REDAKSI8.COM – Pasar murah merupakan langkah strategis yang diambil oleh pemerintah daerah sebagai salah satu program guna menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok. Apalagi jelang bulan Ramadhan, biasanya harga akan mengalami kenaikan.
Inflasi sendiri pada dasarnya terjadi karena keberadaan ekonomi negara dimana ada kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa yang diperkirakan terjadi dalam waktu panjang.

Artinya ’titik tekan inflasi’ sebenarnya bukan pada kenaikan harga barangnya sendiri, melainkan fenomena atas proses meningkatnya harga-harga barang secara terus menerus yang disebabkan oleh berbagai faktor.
Adapun faktor yang membuat barang naik yakni barang konsumsi yang meningkat (misal permintaan lebih tinggi dari penawaran), proses distribusi pasar yang tidak lancar atau bisa jadi karena melimpahnya uang yang beredar di masyarakat.
Apabila harga barang terus naik, maka akan mengakibatkan turunnya nilai mata uang. Bilamana proses ini berlangsung terus menerus, maka akan dengan cepat mempengaruhi harga barang.
Terutama komoditas bahan pokok, terutama komponen volatile food, meskipun ketika ini terjadi sudah diatur oleh pemerintah melalui pola administered price, salah satunya adalah dengan melakukan operasi pasar murah.
Pelaksanaan pasar murah yang dilukan pada Senin (13/2/2023) kemarin merupakan yang pertama digelar. Kegiatan ini dilalukan oleh DKUMPP dengan dukungan dari PT MAS dan PT BBP dengan menyediakan kurang lebeh +300 paket yang disediakan.

Program pasar murah ini sengaja digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar sesuai dengan instruksi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk antisipasi dampak inflasi pada volatile food musiman menjelang ramadhan mendatang.
Hal ini disampaikan Nur Gita Tyas yang sekaligus sebagai Ketua PKK Kabupaten Banjar, bahwa Kabupaten Banjar harus membuat kemajuan utama Kabupaten melalui MANIS (Maju, Mandiri, Agamis). Selain maju secara ekonomi dalam kemandirian pangan, Kabupaten Banjar juga maju secara pendidikan yang dimulai dari tingkat PAUD.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar I Made Gusti Suryawati berharap operasi pasar murah ini diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, khususnya yang berada di Kecamatan Mataraman, dan dapat menekan laju inflasi di Kabupaten Banjar, terutama menjelang Ramadhan.
Public Relations PT BBP dan PT MAS, Nor Qomariyah, S.HI., MM, mengatakan operasi pasar murah menjadi kegiatan utama yang didukung oleh perusahaan berdasarkan pada pilar ke-4 dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berdasarkan Kepmen No.25/2018.
“Kami menyediakan +1.750 paket sembako untuk 8 Desa utama, yang menjadi bagian dari lingkar operasional pertambangan baik Ring 1, 2 dan 3, seperti Desa Bawahan Selan, Pasiraman, Pematang Danau (Ring 1, Kec. Mataraman), Desa Surian Hanyar (Ring 1, Kec. Cintapuri Darussalam), Desa Simpang Empat (Ring 1, Kec. Simpang Empat), Desa Mataraman (Ring 2, Kec. Mataraman), dan Desa Lok Tamu-Desa Simpang Tiga (Ring 3, Kec. Mataraman).
Ia menjelskan bahwa tujuan ini dari pihak PT BBP dan adalah sebagai bentuk dukungan kemandirian pangan dan ekonomi, khususnya pada penekanan harga pangan dalam kategori volatile food musiman saat Ramadhan.
Meskipun Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 menurun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya. Berdasarkan data BPS, inflasi IHK pada Januari 2023 tercatat 0,34% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,66% (mtm).
Inflasi IHK secara tahunan tercatat 5,28% (yoy) pada 2023 menurut data Bank Indonesia (2023), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 5,51% (yoy).
Perkembangan positif inflasi IHK ini tidak terlepas dari pengaruh koordinasi kebijakan pengendalian inflasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis lainnya melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah, khususnya Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (NQ). (Adv).



