REDAKSI8.COM – Karet merupakan tanaman komoditi jangka panjang yang cukup banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Selatan. Potensi perkebunan karet, menurut data BPS Provinsi Kalimantan Selatan seluas 269.981 hektar, dan Kabupaten Banjar sendiri memiliki luasan sekitar 41,268 hektar.
Kalimantan Selatan rencananya akan menanam 1500 hektar, untuk tanaman karet rakyat dengan percepatan peremajaan rata-rata 1000 ha/tahun dan dimulai sejak 2017. Karet juga tanaman dengan harga yang cukup fluktuatif.

Akhir 2022 tercatat, Karet di Kabupaten Banjar hanya tembus di harga Rp 6.700,-/Kg dan upah pekerja harian di kisaran harga Rp. 58.000,-/hari. Inilah yang kemudian Disbunnak Kabupaten Banjar melakukan evaluasi dan monitoring terhadap petani karet untuk mendorong perbaikan pola produktivitas tanaman.
Selaras dengan Disbunnak, PT Banjar Bumi Persada (BBP) dan PT Mitra Agro Semesta (MAS) bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mataraman, memberikan edukasi kepada petani yang berada di dua desa yakni Desa Pasiraman dan Desa Lok Tamu melalui program Farmer Field Schools (FFS) dengan tagline Pertanian untuk Livelihood Kita Semua (PELITA).
Program yang diinisiasi PT BBP dan PT MAS ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada petani untuk meningkatkan produktivitas karetnya.
Amelia, Kepala BPP Kecamatan Mataraman mengungkapkan bahwa ini untuk pertama kalinya, perusahaan dari sektor pertambangan yang ada di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar, mensupport penuh pertanian.

“Bahkan tak hanya karet, namun juga komoditas lain seperti padi, sayuran hingga cabai. kami sudah berjalan sejak akhir 2022 kemarin berkolaborasi dengan PT BBP dan PT MAS,” tuturnya
Sebagai salah satu petani karet, Eko dari desa Pasiraman merasakan manfaat yang luar biasa dari kegiatan ini. Ia bersama dengan petani lainnya mendapatkan bantuan bibit dari PT BBP dan PT MAS.
”Hari ini kami disupport bibit unggul IRR 112 bersama masyarakat lainnya. Tentunya kami akan menanamnya sebagai komitmen bersama, dan harapannya ini tumbuh dengan baik,” ungkapnya
Ia menuturkan, bahwa tak hanya bibit, PT BBP dan PT MAS juga memberikan pembelajaran kepada kami melalui program FFS untuk menambah kami bekal sebagai petani seperti bagaimana menjadikan tanaman lebih produktif, pembuatan pupuk alternatif dan lainnya.
PT BBP dan PT MAS sangat mendukung pengembangan Karet unggul IRR112 sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
”Kami support sebanyak ±1665 bibit untuk para petani di Desa Pasiraman dan Lok Tamu yang terdaftar sebagai peserta FFS-PELITA di PT BBP dan PT MAS. Harapannya tentu ke depan lebih berkelanjutan sebagai bentuk investasi jangka panjang”, tegas Nor Qomariyah, Public Relations PT BBP dan PT MAS.
Tercatat 23 petani yang hadir di acara pembagian bibit dan monitoring-evaluasi program FFS PELITA. Berikut juga dengan Kepala Desa Pasiraman, Muhammad Noor yang ikut hadir sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada masyarakat, khususnya Desa Pasiraman.
”Kami berterima kasih sebanyak-banyaknya, PT BBP dan PT MAS sudah perhatian pada masyarakat. Apa yang dikembangkan semoga berhasil ke depan, dan tentu memperbaiki ekonomi masyarakat,” ungkap Muhammad Noor.
Penyerahan bibit secara simbolis dan pembagian bibit sekaligus kepada petani diberikan secara langsung oleh Nor Qomariyah, selaku Public Relations PT BBP dan PT MAS, dan diwakili oleh Kepala Desa Pasiraman, bersama petani dan didampingi oleh BPP Kecamatan Mataraman. (9/2/2023).



