REDAKSI8.COM – Warga Desa Tungkaran Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pemerhati Hukum dari Lingkungan Hidup datangi Kantor Bupati Banjar, Kamis (3/11/2022).
Kedatang mereka tersebut yang terjadwal sekitar jam 13.30 wita ternyata ada perubahan jadwal sekitar jam 10.00 wita. Kedatangan mereka untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Dalam surat yang mereka layangkan sebelum aksi penyampaian pendapat tersebut untuk minta penjelasan Kepada Bupati Kabupaten Banjar yang tidak memberikan izin dan restu dalam acara Peresmian Grand Opening Bank Sampah Expo 2022 yang diajukan oleh Panitia.
Pelaksana Grand Opening (Peresmian Pembukaan) Taman Wisata Edukasi Tungkaran yang diisi dengan Pemeran Bank Sampah Expo dan juga diadakan Festival Audiensi Penyanyi Dangdut Kalimantan Selatan Tahun 2022.
Walau mengadakan Festival Audisi lagu Dangdut Kalimantan Selatan Tahun 2022. Panitia Pelaksana Grand Opening Bank Sampah Expo 2022 Taman Wisata Edukasi Tungkaran sangat menghargai dan menghormati Kota Martapura yang bergelar Serambi Mekah dengan membuat ketentuan bagi peserta Festival Lagu Dangdut wajib memakai Jilbab atau Kerudung.

Saat mendatangi kantor Bupati Kabupaten Banjar tersebut, Aliansyah Koordinator Aksi mengungkapkan bahwa dari kami lihat, Bupati Kabupaten Banjar tidak memberi dukungan dan apresiasi terhadap kerja kerja yang positif oleh warga desa tungkaran.
“Kita berharap ini jadi pelajaran bagi pemerintah daerah Kabupaten Banjar bahwa kepala daerah atau bupati harus seorang negarawan, jangan membeda bedakan yang kemarin memilih atau pendukung waktu pilkada. Sehingga jangan ada lagi sekat sekat atau jarak jarak sehingga masyarakat merasa dirugikan karena kebijakan kebijakan yang tidak populer,” ungkap Aliansyah.
Saat menghadapi demo tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM Hilman menuturkan bahwa ini hanya maslah adanya miskomunikasi antara koordinasi dan komunikasi antara kita yang harus diselesaikan.
“Terkait surat, sampai saat ini kita kada tahu surat tersebut dan kada tahu kemana panitia memasukan surat tersebut dan kemana sampai suratnya,” ungkap HM Hilman.
Ia juga akan melakukan pembicaraan dengan mereka agar lebih detail lagi pokok masalah. Dan terkait dengan yang lainnya makanya akan kita bicara dengan pihak yang menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.



