REDAKSI8.COM – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan dalam rangka peninjauan infrastruktur dan Transportasi ke Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar selama dua hari yakni tanggal 16-18 Juni 2022.
Salah satu agenda yakni ke Kabupaten Banjar adalah peninjauan kawasan revitalisasi Sekumpul yang dilaksanakan pada pertengahan tahun 2021 sampai akhir 2021 kemarin dan masih dalam masa pemeliharaan sampai dengan bulan September 2022 akan datang.

Pada kegiatan tersebut juga hadir Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Johanes Wahyu Kusumosusanto bersama jajaran di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan juga dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Kabupaten Banjar Ikhwansyah serta Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perubahan Kabupaten Banjar.
Seperti yang disampaikan oleh Syaifullah Tamliha ketua tim yang juga merupakan wakil ketua Komisi V DPR RI bahwa kunjungan komisi V ini dalam rangka adanya berita viral dalam beberapa waktu yang lalu terkait pengerjaan proyek revitalisasi kawasan Sekumpul.
“Kita melakukan kunjungan kerja ini selain ke Kota Banjarbaru juga melakukan dialog dengan pihak kementerian PUPR Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman terkait dengan pengerjaan revitalisasi kawasan Sekumpul,” ungkapnya
Seperti yang juga disampaikan oleh Sudewo anggota Komisi V DPR RI bahwa hari ini melihat langsung pekerjaan penataan kawasan Sekumpul. Peninjauan ini untuk memastikan apakah pekerjaan penataan kawasan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya ini berjalan dengan baik, baik secara kualitas atau secara kualitas.
“Setelah kami cek ternyata kualitasnya sangat memprihatinkan maka saya minta kementerian PUPR untuk bertindak tegas terhadap kontraktor yang melaksanakan pembangunan konstruksi revitalisasi kawasan Sekumpul supaya melakukan perbaikan, jangan diterima hasil pekerjaan ini terlebih dulu sebelum semua pekerjaan yang direncanakan itu dipastikan diperbaiki menjadi baik sesuai dengan RAB,” tuturnya
Ia menjelaskan bahwa kami dari komisi V hadir di sini yang dipimpin oleh wakil ketua komisi 5 pak Syaifullah Tamliha untuk menyaksikan secara langsung jadi kami tidak hanya sekedar informasi, tidak sekedar laporan tetapi saya melihat dengan fakta bahwa ini masih jauh daripada baik.
“Pekerjaan ini harus disempurnakan, mengingat Sekumpul ini merupakan makam kyai besar kita, tokoh besar kita tidak hanya dikenal tingkat nasional, tetapi juga tingkat internasional, maka jangan sampai di eksploitasi atau dikapitalisasi proyek-proyek ini untuk kepentingan atau keuntungan pribadi,” jeslanya
Ia juga berharap pekerjaan ini dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk marwah dan martabat K kiai besar kita dan juga untuk Marwah Kabupaten Banjar. Sekumpul ini bisa kita dorong untuk menjadi wisata religi di tingkat internasional, revitalisasi kawasan Sekumpul ini tidak hanya untuk menunjang bagaimana pada saat haul atau pada saat pengajian besar itu berjalan secara lancar saja tetapi kita siapkan penataan kawasan ini untuk kedepannya akan menjadi kawasan internasional kawasan religi internasional.
“Maka proyek pekerjaan ini harus berkelanjutan tahun 2023 harus ada anggarannya lagi 2024 anggaran lagi bahkan mungkin sampai di 10 tahun lagi tidak jadi masalah karena kita memang punya visi supaya kawasan ini Sekumpul ini Kabupaten Banjar ini menjadi kawasan religi bertaraf internasional,” tambahnya
“Tetapi sangat disayangkan kalau baru awal penataan saja kualitasnya sangat tidak baik, dan ini harus menjadi evaluasi Kementerian PUPR supaya kedepannya yang seperti ini tidak boleh terjadi kembali, kita akan menampilkan wajah Sekumpul sebagai wajah Indonesia,” ungkapnya lagi.
Tetapi, menurut Sudewo, kalau kualitas pekerjaannya sangat tidak baik pasti itu dampaknya akan tidak signifikan untuk menarik para wisatawan asing terutama yang beragama muslim untuk datang di sini jadi pekerjaannya harus baik karena ini merupakan wajah Indonesia.



