REDAKSI8.COM – Revitalisasi kawasan Sekumpul tahap satu sudah selesai, tinggal pengerjaan tahap ke 2 dan tahap 3 agar pengerjaan selesai sampai ke Sekumpul Ujung Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Pengerjaan Revitalisasi kawasan Sekumpul yang mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2021 kemarin dengan batas pengerjaan 4 Desember 2021, selain mulur dalam pengerjaan juga pekerjaan juga terkesan kurang rapi dan selesai pada sekitar Maret 2022 kemarin.

Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dengan nama Facebook Anang Rosadi Adenansi mengutarakan kondisi pembangunan revitalisasi kawasan sekumpul yang tidak sesuai harapan.
Adapun isi status disertai dengan video kawasan Sekumpul “Ulun sudah tidak bisa berkata-kata lagi kecuali kesedihan yang mendalam. Kapan yaa Allah kau berikan hidayah atau perlindungan kepada makhluk mu yang terzalimi atau umatmu ya Rasulullah”.
Dalam videonya, Anang Rosadi Adenansi mengatakan dalam momentum hari kesaktian Pancasila, saya bersama kawan kawan tentunya harus melakukan review, Kenapa baru sekarang mereview agar program proyek yang disampaikan tentang penataan Sekumpul, dimana membawa marwahnya Abah Guru Sekumpul itu tidak terhambat.
“Saya melihat dan mencermati, tapi pada saat itu memang saya harus menahan diri untuk menyampaikan. Tetapi melihat kenyataan yang seperti ini telah terjadi, maka tidak ada kata lain, review ini harus disampaikan,” ungkapnya dalam video.
Ia menjelaskan dalam video, kenapa harus disampaikan, karena rencana penataan ini dengan biaya mencapai 200 miliar, dan tahap pertama ini dengan biaya kurang lebih 34 miliar.
Menurut Anang Rosadi Adenansi bahwa desain penataan drainase ini tidak sesuai dengan kondisi wilayah Sekumpul yang tekstur tanahnya keras. Apalagi dana yang digelontorkan cukup banyak, jadi kepada pihak yang berwenang agar menggunakan uang rakyat itu sebaik baiknya menggunakan.
Salah satu warga Sekumpul mengatakan bahwa revitalisasi ini sudah diharapkan untuk menata kawasan sekumpul agar lebih baik, tetapi hasil proyek tersebut terlihat asal asalan akhirnya tidak sesuai dengan harapan warga.
“Kondisi penutup drainase yang seperti paving ini banyak yang pecah dan pemasangan tidak sesuai dengan harapan. Selain itu besi yang berada di trotoar ada yang sudah copot dan juga Guiding Block tempel untuk Tunanetra juga banyak yang lepas,” tuturnya


