REDAKSI8.COM – Lucu, lugu dan menggemaskan. Inilah kalimat yang dirasa cocok untuk menggambarkan penampilan anak-anak RA yang menunjukkan aksi dan kebolehannya di atas panggung.
Disaksikan oleh Walikota Banjarbaru, para guru dan orang tua, para santri tanpa malu-malu unjuk kebolehannya dari menari, hafalan surat Alquran, hafalan asmaul husna, drum band serta penampilan lainnya.
Tak jarang, tingkah lucu mereka membuat hadirin tersenyum bahkan tertawa.
Mengambil tema “Dengan Perpisahan Bersama Anak-Anak Raudhatul Athfal, kita tingkatkan ukhuwan islamiyah dan terjalinnya silaturahmi” sebanyak 430 anak yang berasal dari 19 lembaga RA/IT yang masing-masing didampingi orang tuanya ini, memenuhi GOR Rudy Resnawan, yang terletak di Jalan Trikora. Kamis (3/5/18).
Kepala Kemenag Kota Banjarbaru H Zainal Ilmi yang turut hadir menuturkan, kehadiran Walikota Banjarbaru menunjukkan kepedulian Pemerintah Kota Banjarbaru terhadap pendidikan anak Radhatul Athfal yang ada di Banjarbaru.
Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada para guru yang telah membantu membentuk karakter masyarakat Banjarbaru.
“Karena tanpa disadari, para guru telah membangun dasar pendidikan karakter anak-anak yang religius, beretika, sopan santun dan cinta tanah air. Orang Tua dan para guru adalah orang-orang hebat,” kata Nadjmi Adhani.

Menjadi guru bagi anak-anak yang memiliki tingkah polah lucu dan lugu, bukanlah tugas yang mudah, sehingga guru dituntut memiliki kesabaran ekstra.
Nadjmi Adhani berharap, apa yang telah dilakukan oleh para guru menjadi catatan amal jariyah.
“Apa yang didapat di RA, akan menjadi landasan bagi anak-anak ketika mereka besar nanti,” tuturnya.
Wakil Ketua Panitia Masnun, kepada jurnalis redaksi8.com menyampaikan, sebanyak 430 santri Raudhatul Athfal yang hadir di acara ini berasal dari 5 kecamatan yang ada di Banjarbaru.
“Mereka dari Raudhatul Athfal yang ada di Kecamatan Banjarbaru Utara, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kecamatan Cempaka, Kecamatan Liang Anggang dan Kecamatan Landasan Ulin,” sebut wanita yang juga seorang Kepala RA Al-Hidayah Kecamatan Cempaka ini.
Acara di akhiri dengan penyerahan Ijazah dan pengalungan pita secara simbolis oleh Walikota Banjarbaru, sebagai tanda kelulusan kepada 18 orang perwakilan anak-anak dari semua Raudhatul Athfal.

Uniknya, mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai suku yang ada di Indonesia.
Wah, berkarakter banget ya!



