REDAKSI8.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza kembali mengingatkan, dalam rangka Hari Demam Berdarah Nasional Tahun 2021 ini, masyarakat khususnya Kota Banjarbaru lebih pro aktif memperhatikan kebersihan lingkungan rumah. Karena Demam berdarah berwal dari kebiasaan lingkungan hidup yang buruk dan tidak memperhatikan kaedah pencegahan penyakit ini.
Sekilas, walaupun potensi hewan pembawa penyakit demam berdarah yakni nyamuk Aedes Aegypty saat ini lebih kurang dibandingkan waktu musim penghujan, tetap saja Mirza panggilan akrabnya mengharapkan masyarakat waspada akan penyakit yang dapat menimbulkan kematian itu.

“Harapan kepada masyarakat harus tetap waspada, dan banjarbaru merupakan daerah endemis terjadinya demam berdarah melalui nyamuk Aides Aigepty,” tulis Rizana Mirza kepada wartawan, Kamis (22/4).
Ia memaparkan, sejauh ini kasus DBD di Kota Banjarbaru selama Triwulan I dari Januari hingga April, hanya menyisakan 4 kasus DBD. di Bulan Januari terdapat 2 kasus dan Februari 2 kasus.
“Dari data kami Maret sampai sekarang April tidak ada kasus DBD,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, masyarakat tetap telaten menjaga kebiasaan 3M, yakni menguras, menimbun dan menutup penampungan air serta benda-benda yang dapat menampung air. Karena perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypty terjadi pada bak-bak dan wadah yang ada air bersihnya.
“Intinya selalu jaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Tahun lalu, tercatat ada sekitar belasan kasus DBD di Kota Banjarbaru. Kasus terbanyak ditemukan pada Januari hingga Februari awal tahun 2020 sebanyak 13 kasus.



