REDAKSI8.COM – Martapura, Ternyata banyak memiliki kuliner, seperti Kacang bagula, makanan ini banyak disukai orang saat bulan Ramadhan. Kacang bagula adalah cemilan ringan berupa kacang tanah yang digoreng dan keripik melinjo atau emping yang diberikan kuah.
Kuahnya sendiri berasal dari gula merah yang dicampur kacang tumbuk dan petis, membuat panganan ini terasa manis sekaligus gurih. Bagi pecinta pedas, kuah Kacang Bagula yang sudah manis sendiri bisa dipadukan dengan cabai, sehingga sensasi pedas manis pun bisa dicicipi.

Salah satu penjual panganan Kacang Bagula di Martapura ketika bulan Ramadhan adalah Warung Acil Imay. Warung ini sendiri berada di gang sempit yang ada di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Keraton, Martapura Kabupaten Banjar Kalsel.
Warung yang berlokasi halaman rumah tradisional khas Banjar tidak begitu susah untuk dicari, warung tersebut cukup ramai, terlebih usai shalat Tarawih cukup dipadati pecinta kuliner, bahkan rumah pemilik warung ini juga menjadi tempat duduk pengunjung yang membludak setiap malamnya.
Warung yang menurut pemiliknya telah berdiri sejak 2010 dan buka mulai dari jam 5 sore hingga jam 1 dini hari. Dalam seharinya, belasan kilogram kacang tanah dan gula untuk membuat panganan kacang begula ini yang setiap porsinya ini seharga 10 ribu rupiah.
Selain menyediakan kacang begula yang menjadi menu unggulan, warung ini juga menyediakan panganan khas lain seperti pisang bagula, pincuk, pecel, kerupuk dan minuman. Salah satu pengunjung, Gusti Fatimah mengatakan setiap tahun ia rutin ke Warung Acil Imay untuk menikmati kuliner khas ini.
“Setiap tahun rutin ke sini, tapi dari warung yang lain yang menawarkan Kacang Bagula, saya lebih dominan ke sini, apa lagi disini lebih ramai. Rasa kacang bagula disini lebih manis dan klop,” ucap Gusti Fatimah.
Harga yang ditawarkan untuk mencicipi cemilan ini sendiri katanya cukup terjangkau, sesuai dengan porsi yang ditawarkannya dan tidak terlalu mahal.
Sementara itu pengunjung lainnya, Wahyu Apriliani mengatakan cemilan khas Banjar ini sering ia buru setiap bulan Ramadan tiba.
“Tiap tahun sering, kalau ramadan ini baru 2 kali. Kacang bagula disini rasanya manis-manis dan kriuk,” katanya.
Kacang bagula di Warung Acil Imay ini sendiri lanjutnya rasanya lebih legit karena kuah gulanya lebih kental dan berasa.
“Selain itu suasana di sini lebih berasa kekeluargaan dan tradisional, lebih berasa suasana kampung,” jelas Ayu.



