REDAKSI8.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru menggelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di Kota Banjarbaru 2018, di Aula Gawi Sabarataan, Selasa pagi (10/4/18).
Kegiatan sosialisasi ini guna menindak lanjuti Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013, tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Adiwiyata.
Dalam Peraturan Menteri LH RI pasal 4 disebutkan, program adiwiyata ini diikuti oleh SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK.
Sekolah-sekolah yang ada di Kota Banjarbaru dihimbau untuk mengikuti program tersebut dan berkoordinasi dengan Dinas LH Kota Banjarbaru.
Di Kota Banjarbaru, terdapat 15 sekolah yang merupakan sekolah pembina adiwiyata. Sedangkan untuk sekolah binaan, sebanyak 69 sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menyampaikan, sekolah adiwiyata bagi Pemerintah Kota Banjarbaru sangat penting karena ada nilai strategis di dalamnya.
”Kami (Pemerintah Kota Banjarbaru) serius dalam hal ini. Saya memilih hadir di sini bersama Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Sekda Banjarbaru selaku pembina dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, meskipun ada agenda di tempat lain. Adiwiyata ini dikatakan strategis karena ini adalah tempat kita meletakkan dasar (pondasi, red) pembentukan karakter lingkungan kepada anak-anak kita,” ungkap Nadjmi.
Penerapan program adiwiyata di sekolah-sekolah ini tidak hanya menyoal pencapaian prestasi semata. Namun Nadjmi juga menegaskan, bagaimana hal ini mampu menjadi perekat tabiat dan karakter anak-anak sekolah yang berwawasan dan cinta lingkungan, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
”Kami ingin anak-anak Banjarbaru benar-benar sudah memiliki kecintaan dan pemahaman tentang lingkungan hidup. Kalau target nasional dalam program pemeliharaan lingkungan dunia ini, 25 batang pohon kita tanam sepanjang hidup. Namun bagi saya, bagaimana ketika sudah tamat sekolah dasar, mereka setidaknya sudah menanam 20 batang pohon untuk kehidupan. Kemudian ketika tamat SMP tambah lagi 20 batang pohon, begitu seterusnya,” lugas Walikota yang dikenal ramah dan interaktif ini menegaskan.
Ditemui seusai pembukaan kegiatan Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di Kota Banjarbaru Tahun 2018, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Drs Gusriansyah mengatakan, sekolah adiwiyata dibagi menjadi tingkat mandiri, kota, provinsi dan nasional.
”Di Banjarbaru, terdapat 3 sekolah adiwiyata tingkat mandiri, 27 sekolah tingkat nasional, 36 sekolah tingkat provinsi dan tingkat kota sebanyak 31 sekolah. Sedangkan untuk prestasi yang berhasil diraih pada tahun 2017 yaitu tingkat mandiri 1 sekolah, tingkat nasional 14 sekolah. Ini merupakan prestasi yang luar biasa karena terbanyak dalam skala nasional,” ujar Gusriansyah disambut tepuk tangan para hadirin.
Selain itu, sekolah adiwiyata tingkat provinsi di Kota Banjarbaru berjumlah 29 sekolah (terbanyak se-Kalimantan Selatan).

Di tahun 2018 ini, akan diusulkan kembali sekolah adiwiyata tingkat mandiri sebanyak 13 sekolah, tingkat nasional diusulkan 36 sekolah, tingkat provinsi 22 sekolah.
”Harapannya sekolah yang diusulkan tersebut bisa lolos dan mendapatkan penghargaan baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Pembukaan sosialisasi ini juga dihadiri oleh Sekda Kota Banjarbaru Said Abdullah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Rahmah Khairita, Kepala Dinas Pertanian Kota Banjarbaru Siti Hamdah dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Abu Hanifah.



