REDAKSI8.COM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) baru, Rusdi Hartono menjawab upaya giat yang akan dibenahi pihaknya terkait persoalan pasca banjir di daerah pesisir Kalsel.
Kata Rusdi, pihaknya akan menginventarisir lokasi-lokasi budi daya, empang dan tambak ikan air payau yang terdampak banjir beberapa pekan lalu di wilayah pesisir.

“Ini akan kita inventarisir. Sampai saat ini kita memang belum melakukan action karena baru hari ini saya kerja, kita lihat lah nanti. Mudah-mudahan nanti langsung kita eksekusi,” ungkapnya kepada Redaksi8.com melalui keterangan resmi, Senin (15/2).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Redaksi8.com per 20 Januari 2021, ada 11 Kabupaten/ Kota di Kalimantan Selatan yang terdampak Banjir. Sementara wilayah pesisir yang cukup terdampak meliputi Kabupaten Tanah Laut.
Estimasi dampak kerugian per 22 Januari 2021 menurut estimasi Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah (BPPT), nilai kerugian di sektor Perikanan sekitar Rp46,533 miliar.
Data yang digunakan dalam memperhitungkan estimasi kerugian akibat banjir di Kalimantan Selatan antara lain data luas area yang tergenang berdasarkan citra spasial, data penggunaan lahan berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI), data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta data-data yang tertuang dalam peraturan daerah.
Perhitungan dilakukan untuk mengetahui perkiraan nilai kerugian di sektor perikanan, dilakukan untuk mengetahui nilai kerugian akibat hilangnya ikan budi daya di empang, kolam, dan tambak akibat banjir.
Sedangkan data dampak kerugian secara keseluruhan gabungan dari sektor pendidikan, kesehatan dan sosial, pertanian, perikanan, infrastruktur, dan produktivitas ekonomi masyarakat tercatat sekitar Rp 1,349 triliun.
Secara rinci dirunutkan, pendidikan sekitar Rp30,446 miliar, sektor kesehatan dan perlindungan sosial sekitar Rp27,605 miliar, sektor infrastruktur sekitar Rp424,128 miliar, sektor dan sektor pertanian sekitar Rp216,266 miliar serta sektor produktivitas masyarakat sekitar Rp604,562 miliar.
Dari suara masyarakat Jl. Ketanahan, Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut, Burhan, sejauh ini katanya kurang lebih 20.000 bibit kepiting dan udang yang baru dimasukan kedalam tambak sebelum terjadinya peristiwa banjir hilang terbawa banjir, ditambah tambak seluas sekitar 5 hektar dimilikinya rusak.
“Pemerintah setempat hingga pemerintah provinsi belum ada perhatian khusus dalam bentuk bantuan, baik bibit maupun biaya perbaikan tambak,” ujarnya kepada pewarta beberapa waktu lalu.
“Padahal kejadian banjir seperti ini setiap tahunnya sering terjadi, namun tidak ada bantuan apapun dari pemerintah setempat maupun provinsi,” Burhan menukas.
“Dengan kejadian seperti ini kerugian yang sudah saya hitung mencapai Rp, 15.000.000 sampai Rp, 20.000.000,” pungkasnya.



