REDAKSI8.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjarbaru yang merupakan organisasi mahasiswa terbesar di Kota Banjarbaru ini akan menggelar konferensi cabang ke 29.
Untuk membahas rekomendasi internal dan rekomendasi eksternal untuk pembangunan Kota Banjarbaru dan akan memilih nahkoda baru untuk satu periode kedepan yang akan digelar pada 12-13 September 2020 di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjarbaru.

Ketua badan penyelenggara konfercab ke XXIX Habib Mahmud mengatakan bahwa Konferensi cabang kali ini mengangkat tema “Manifesto Pergerakan : Meneguhkan Konsensus Iron Stock untuk Banjarbaru Unggul”. Jumat (28/8/2020).
“Dalam pelaksanaannya nanti, akan membahas terkait rekomendasi internal dan eksternal serta memilih ketua baru, badan pekerja konfercab ke 29 ini mengeluarkan syarat syarat tertentu untuk para calon pemimpin PMII Kota Banjarbaru ke depan,” tambahnya
Habib Mahmud juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan proses regenerasi kepemimpinan PMII di tingkatan cabang merupakan proses yang wajib dilaksanakan 1 tahun sekali untuk meremajakan Kepemimpinan.
“Kami berharap kader kader terbaik bisa bertarung untuk perebutan ketua PC PMII, kita banyak memiliki kader potensial yang dirasa mampu untuk melanjutkan kepemimpinan sahabat Syafiq 1 periode kedepan,” ungkapnya
Kontestasi pemilihan ketua cabang PMII sebagai ajang pertarungan gagasan untuk kepemimpinan PMII Kota Banjarbaru yang lebih baik lagi. Jangan sampai dijadikan sebagai ajang perebutan kursi jabatan belaka. Yang perlu diingat oleh kader kader bahwa PMII sebagai organisasi kaderisasi harus selalu menjunjung nilai nilai intelektual seorang mahasiswa.
“Utamakan pemilihan ini bisa diselesaikan melalui jalan musyawarah, jangan sampai voting, pokoknya jangan sampai voting, walaupun akan berakhir dengan hasil voting, harapan nya semua kader kader bisa bersatu padu untuk pergerakan yang harmonis,” Ucap Ustadz Manan Ripani selaku majelis pembina cabang PMII Kota Banjarbaru.
“Konferensi cabang PMII Banjarbaru sebagai ajang konsolidasi pengetahuan dan gagasan. kegiatan konfercab tersebut merupakan bagian dari proses regulasi kepemimpinan dan permusyawaratan tertinggi di PMII Banjarbaru,” tambah Manan
“Kendati demikian, konfercab ini bukan semata dijadikan momentum untuk sukses dan politik perebutan kepemimpinan di PMII, melainkan sebagai ajang konsolidasi pengetahuan untuk kemajuan PMII Banjarbaru satu tahun kedepan,” ujar Syafiq Ketua Umum PC PMII Kota Banjarbaru
Sebagai organisasi kaderisasi, lanjut Syafiq, PMII perlu gagasan maju dan progresif. Maka dari itu, diharapkan para peserta fokus terhadap keputusan-keputusan penting dalam rumusan kaderisasi di PMII.
Kedepan, siapapun yang terpilih menjadi Ketua PC PMII Banjarbaru, harus mampu menjadikan PMII jauh lebih baik dari sebelumnya.
Sulaiman Thalib Selaku Ikatan Alumni PMII Kota Banjarbaru/ Ketua PC PMII Banjarbaru tahun 1997)
berharap dengan terlaksananya konfercab akan menghasilkan pemimpin organisasi yang handal, profesional dan amanah sehingga berbagai tugas dan kewajiban di PMII dapat diselesaikan dalam masa kepemimpinannya, terutama peningkatan kualitas dan kuantitas kader PMII Banjarbaru.
“Selain itu juga memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kader dan mengawal isu-isu kemahasiswaan, agama, kemasyarakatan, dan kebangsaan,” tambahnya



