REDAKSI8.COM – Ikatan Mahasiswa Muhamaddiyah (IMM) Banjarbaru menggelar kegiatan IMM Banjarbaru Lawyer Club (ILC) dengan tema Optimalisasi Peran Serta Mahasiswa Dalam Pilkada Banjarbaru 2020 di D’Joglo Caffe Rabu, (26/08/20) malam.
Opening Speech dari Ketua Umum PC IMM Kota Banjarbaru Imawan M. Fadli Ridhani menyampaikan bahwa ada dua agen of control yang mengontrol jalanya pemerintahan termasuk pelaksanaan Pilkada yang menurut sangat rentan dengan hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti money politic, hoax, isu sara dan sebagainya, dua agent of control ini yaitu media dan mahasiswa, melalui media semua yang dikerjakan pemerintah bisa dipublikasikan dan diketahui masyarakat kemudian mahasiswa ia akan bergerak dan melawan untuk kepentingan rakyat.
“Sudah sering saya menyampaikan kita dari IMM akan siap berkolaborasi dengan siapapun selama itu bertujuan pada hal-hal positif serta sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku, tapi kita juga siap melawan jika apa yang dilakukan pemerintah tidak sesuai dengan yang semestinya,” tutur Fadli
Kegiatan ini menghadirkan Langsung 3 elemen yang terlibat penting dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) bulan Desember nanti yakni Ketua KPU Kota Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat, S. P, kemudian Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru yaitu Dahtiar, S. H serta Kapolres Kota Banjarbaru AKBP Doni Hadi, S, S.I.K, M.H.
Hegar sebagai Ketua KPU mengajak agar mahasiswa dan masyarakat bisa ikut memantau dan mengontrol pihak penyelenggara agar tidak keluar dari koridor yang semestinya, karena yang harus diawasi tidak hanya pasangan calon tapi kita selaku penyelenggara juga harus diawasi ucap Hegar.
Ketua Bawaslu Banjarbaru Dahtiar menuturkan, peran strategis mahasiswa adalah memantau pelaksanaan pilkada. Dahtiar juga menggaris bawahi terkait isu besar yang patut dievaluasi segenap pihak dan rawan pada pilkada nanti yakni akurasi dan validasi data pemilih, politik uang dan netralitas ASN.
Kemudian, AKBP Doni Hadi menyampaikan perihal kondisi kita saat ini yang telah memiliki ketergantungan terhadap gawai dan menerangkan bahwa internet hari ini adalah suatu keniscayaan, masyarakat seolah diharuskan memiliki jaringan internet.
Lalu beliau berpesan kepada kita semua terkhusus kepada para pemuda dan mahasiswa agar bijak dalam bermedia sosial serta tidak mudah memberikan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Mahasiswa dapat dioptimalkan perannya untuk menyukseskan pilkada nantinya. Terlebih status yang kerap disematkan kepada mereka seperti agen of change, agent of control dan iron stock.
Tentu, peran aktifnya dengan segala pengetahuannya mampu mengawal pilkada Banjarbaru yang bersih ke depannya.



