REDAKSI8.COM – Demi menekan angka penyebaran pandemi covid-19, upaya oleh pemerintah pusat hingga daerah terus di galang. Mulai dari pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB), transisi dan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Semua upaya tersebut agar pelacakan, pengujian hingga menyembuhan kepada para pasien yang terkonfirmasi covid-19 bisa dilakukan dengan efektif dan jelas.
Tapi tetap ada saja kabar yang menyatakan, bahwa rapid test secara masal bisa dengan efektif melacak penyebaran pandemi tersebut.
Bagi Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani, melakukan rapid test secara masal dalam hal ini di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru kurang optimal.

Pasalnya, melakukan hal itu selain mengeluarkan banyak biaya, juga sasaran target yang dilacak belum tentu tertangkap.
Rapid test terangnya, tetap di gelar dengan beberapa strategi yang dapat menekan budget dan mengoptimalkan penggunaan rapid test dan swab.
“Kita telah mendiskusikan panjang lebar dengan para tenaga epidemolog dan dari pihak rumah sakit idaman, bahwa pelaksanaan tetap ada tapi dengan strategi dan taktik agar penggunaanya tepat,” ungkapnya, Senin (15/6).
Ia menerangkan, ada 3 pengkategorian khusus yang disebut dengan istilah ring dalam melakukan pelacakan terhadap riwayat perjalanan pasien yang terkonfirmasi positif.
Ring satu, ialah orang yang melakukan kontak aktif atau para sanak keluarga si pasien yang terkonfirmasi akan langsung dilakukan test swab.
Ring dua, para kerabat dan rekan dilingkungan ia bekerja juga langsung diberikan test swab. Ring ketiga, orang-orang yang sempat bertemu dengan pasien tapi tidak cukup instens, hanya sekali sampai dua kali pertemuan. Mereka itu sambungnya, hanya dilakukan rapid test saja.
“Jika berhasil masuk dalam strategi, si orang yang telah terjaring baik melalui rapid maupun swab dan hasilnya positif, baru kita lakukan treatment atau penyembuhan. Jadi kita punya konsep jelas, bukan melakukan sembarangan dan rame-rame di pasar dan kesannya seperti mencari popularitas, tidak seperti itu kita,” jelasnya.
Ia menghimbau, kepada seluruh masyarakat Banjarbaru agar selalu memperhatikan protokol kesehatan covid-19. Sebab, Kotq Banjarbaru saat ini masih dalam zona merah, artinya lebih jauh, penyebaran kasus pandemi ini sudah tidak bisa dikendalikan lagi.
“Liat saja kasus terkonfirmasi covid-19 di Banjarbaru meningkat, artinya pelacakan kita tepat sasaran dan optimal. Kita bergeraknya masif kok. Tidak secara ceroboh lakukan rapid,” pungkas H. Nadjmi Adhani.



