REDAKSI8.COM – Epidemolog Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru, Rahimul, pada rapat evaluasi dan koordinasi di Ruang Tamu Walikota Banjarbaru, dalam penyusunan strategi tracking (pelacakan), testing (Pengetesan) dan treatment (Perlakuan), membeberkan fakta dan kondisi RSDI dalam hal ketersedian ruangan dan tempat tidur bagi pasien terkonfirmasi covid-19.
Ia mengatakan, pada segi kesiapan RSDI dalam menampung pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 ada 27 tempat tidur yang tersedia. Sampai hari ini, sebanyak 23 tempat tidur sudah diisi oleh pasien covid-19, tersisa 4.
“Kami masih punya beberapa kendala sambil menunggu pembangunan ruangan baru untuk para pasien terkonfirmasi covid-19,” bebernya, Rabu (10/6).
Adapun kendala itu ungkapnya, ialah menerapkan sistem kohorting, atau menempatkan pasien terinfeksi di dalam ruangan yang sama. Dimana dalam satu ruangan terdapat 2 pasien terkonfirmasi.
Baginya, hal yang dikhawatirkan ialah terjadinya infeksi silang, antara pasien satu dengan pasien satunya. Namun, penerapan itu dilakukan dengan pasien yang memang statusnya bisa digabung, jika kondisi keduanya atau salah satunya tidak memungkinkan untuk digabung dalam satu ruangan maka satu ruangan cukup satu pasien saja.
“Kalau sama sama terkonfirmasi maka kami berlakukan kohorting. Jika salah satunya PDP maka kita pisah. Kemudian PDPnya masuk golongan ringan atau apa, nanti beda lagi ruangannya,” paparnya.

27 tempat tidur itu lebih jauh kepada Redaksi8.com, terbagi dibeberapa ruangan. Diantaranya, di ruang kasuari sebanyak 18 tempat tidur. Lalu di ruangan Murai tersedia hanya 6 bed saja.
“Ruang Murai awalnya ruang VIP. Sekarang di pakai untuk pasien yang terkonfirmasi ringan, tidak memerlukan injeksi infus cukup terapi obat minum,” terang Rahimul.
“Kita juga memanfaatkan gudang sebagai ruang isolasi yang telah dimodifikasi. Ruangan itu mampu menampung cuma 3 tempat tidur saja dan khusus pasien dengan pemantauan yang ketat,” tambahnya.
Jika pun itu penuh lanjutnya, maka pasien akan di tempatkan di ruang IGD. Ruangan yang dipakai hanya bisa menampung satu pasien dalam kondisi diisolasi.
“Kalau belum bisa juga menampung lonjakan kasus pasien covid-19, maka kami akan menggunakan 5 ruang IGD. Lalu masih ada juga peningkatan, maka IGD kami tutup dan dijadikan sebagai IGD covid sebagai jalan terakhir,” jelasnya.
“Tapi tidak mungkin kami tempatkan pasien di IGD selama lebih dari 6 jam, karena hal itu sangat rentan terjadi kontaminasi silang. Dari yang tidak terkonfirmasi jadi terkonfirmasi,” lebih jauh.
Diketahui, berdasarkan data dari pihak RSDI yang dihimpun mulai (8/3/2020) hingga tanggal (8/6/2020) terdapat 4 ODP. Selanjutnya PDPnya ada 35 orang dan yang terkonfirmasi positif ada 41 orang.
“Total yang berkunjung ke posko pemantauan di RSDI selama ini ada sebanyak 291 orang, baik yang tanpa gejala maupun memiliki gejala,” tukasnya.
“Dari data terakhir pagi tadi sudah ada 12 orang yang meninggal. 3 diantaranya terkonfirmasi positif covid-19,” akhirinya.
Kepala RSDI Kota Banjarbaru, dr Hj. Endah Labati Silapurna menambahkan, pasca tracking untuk tempat karantina pasien belum begitu siap.
Lantaran, beberapa pasien positif yang sudah lama dan mulai membaik seharusnya di pindahkan ke tempat karantina yang lain. Supaya pasien baru yang kondisinya cukup rentan bisa mengisi tempat yang telah di tinggalkan.
“Pasien yang tinggal menunggu test swab ke 4 dan ke 5 bisa di pindahkan ke karantina lain. Sementara tempat karantina sekarang hanya untuk ODP,” ucapnya.
“Sedangkan pasien positif yang ada di Ambulung dan Bapelkes sudah penuh. Lalu pasien pasien baru yang dirujuk harus menunggu di UGD, kasian. Ini bisa bahaya kalau petugas kita yang di UGD tertular,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, RSDI telah membangun ruang isolasi baru di lantai dasar sebanyak 8 ruangan, dan di lantai II juga akan ada penambahan ruangan untuk 29 tempat tidur. Pembangunan tersebut tentu saja akan memerlukan penambahan tenaga medis.
“Bangunan di lantai dasar itu menggunakan Dana DAK yang digeser. Itu pun cuma bisa di bangun ruangan dan alatnya, belum plafon untuk menutupi pipa pipa alatnya. Kami berharap semua kendala dan persoalan ini bisa secepatnya tertanggulangi,” pungkasnya.



