REDAKSI8.COM – Dalam surat edaran yang dikirim Pemerintah Arab Saudi kepada seluruh biro travel umrah dan Haji di seluruh dunia, diminta melarang sementara bagi masyarakat yang ingin melakukan ibadah umrah di Makkah dan Madinah.
Larangan tersebut mulai berlaku sejak 26 Februari 2020 hingga 13 Maret 2020 mendatang.
Menurut Direktur Utama PT Albis Nusa Wisata, Utami Dewi, sejauh ini pihaknya tetap mengikuti arahan yang telah diedarkan, baik dari Pemerintah Arab Saudi maupun Kementerin Republik Indonesia (RI).
Seluruh keberangkatan umrah dan haji, melalui perusahaan Albis Umrah dan Haji yang sudah terencana, sejauh ini sambungnya dalam status ditunda.
“Kita di sini menunggu saja,” tururnya saat ditemui di Kantor Albis Umroh dan Haji, Selasa (3/3).

Dari tanggal 29 Februari sampai bulan Maret ungkapnya, ada sekitar 700 jamaah umrah yang mengalamai penundaan keberangkatan.
Adapun jamaah tersebut berasal dari penjuru kota se-Indonesia, diantaranya, Banjarmasin, Jakarta, Gorontalo, Palembang, Pariaman, Sinjai Balikpapan dan Bone.
“Maskapai yang kita gunakan ada 5. Garuda Indonesia, Turkish Airlines, Saudi Airlines, Citilink dan Lion Air,” paparnya kepada pewarta ini.
Perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun tahun 80’an itu katanya, mengundur keberangkatan jamaah umrah asal Kota Banjarmasin berjumlah 41 orang. Menggunakan maskapai Turkish Airlines, keberangkatan seharusnya sudah dilaksanakan sejak, Sabtu (29/2).
“Penundaan ini bukan terjadi kali ini saja. Dulu waktu tahun 90’an zaman perang Irak dan Iran juga pernah terjadi,” jelas wanita yang akrab disapa Dewi.
Dari seluruh komponen keberangkatan umroh, lebih jauh kapada Redaksi8.com, seperti tiket pesawat, hotel dan visa, dijamin tidak mengalami perubahan ataupun penambahan biaya oleh jamaah umrah.
Soalnya dari kedua belah pihak negara, menjamin tidak terjadi kerugian terhadap jamaahnya.
“Intinya tidak ada bias pada segi finansial, cuma masalah waktu saja,” ucap Dewi.
“Jikalau terkadi pengembalian tiket oleh pihak maskapi kita ngikut aja. Karena masing-masing perusahaan mereka punya kebijakan sendiri,” tukasnya.
Kemudian terkait dengan Ibadah Haji yang akan berlangsung pada bulan Juli nanti, lanjutnya, masih proses persiapan. Dewi mengatakan, keberangkatan Haji oleh pihak perusahaannya akan dilaksanakan pada 8 Juli 2020 akan datang.
“Sejauh ini untuk haji masih proses ya. Manasik akan kita laksanakan pada akhir bulan Maret ini,” pungkasnya.



