REDAKSI8.COM – Beredar kasus virus hepatitis A di beberapa sosial media yang menimpa beberapa siswa Sekolah Dasar di Kota Banjarbaru, yakni SDN 1 Guntung Manggis.
Beberapa siswa di diagnosa terkena virus Hepatitis A, dibenarkan oleh salah satu Guru Kelas 6 SDN 1 Guntung Manggis, Ridho Amalia, katanya sebanyak 10 muridnya tengah terinfeksi virus Hepatitis. Kurang lebih sepekan, siswa-siswinya kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Idaman Kota Banjarbaru.
“Saat ini yang masih rawat inap ada 4 orang. Sisanya sudah menjalani rawat jalan di masing-masing tempat tinggal mereka,” bebernya.

“Sekolah kami sebenarnya aman, tapi sekitar satu bulan lalu kami mendengar ada isu virus hepatitis di sekitaran Kecamatan Landasan Ulin. Nah murid-murid kami memang ada beberapa yang tinggal di daerah sana,” sambung Ridho Amalia, Senin (25/2).
Kemudian ujarnya, dalam dua minggu terakhir kondisi kesehatan murid-muridnya memang tidak dalam kondisi prima. Ada yang sakit Ispa dan ada juga yang dihampiri gejala DBD.

“Memang ini kan musim pancaroba,” cetusnya kepada Redaksi8.com.
Walaupun demikian, pihaknya tetap memberikan dukungan terhadap para siswanya yang masij menjalani perawatan. Selain itu pihaknya juga sudah memberikan peringatan keras kepada murid lain untum tidak mengonsumsi jajanan sembarangan lagi. Walaupun tambahnya, peringatan tersebut sudah berlaku sejak ditetapkannya SDN 1 Guntung Manggis sebagai sekolah Adiwiyata.


“Sebelumnya kami sudah menghimbau kepada wali murid untuk membawa bekal ke sekolah dan jangan jajan sembarangan,” ujarnya.
“Kami pun punya kantin sehat untuk murid, demi menjaga kondisi kesehatan mereka. Tapi setelah pulang sekolah kami tidak bisa memantau pola makannya,” lanjut wanita yang biasa disapa Ridho.
Saat didatangi rekan-rekan media, salah satu siswi kelas 2, SDN 1 Guntung Manggis, Nayara Al Mahyra Ramadhani masih terbaring di RS Idaman Kota Banjarbaru. Ditemani Ibunya, Nayara yang dirawat inap di ruang Mekar lantai 3 itu kondisinya sudah mulai membaik.
Ketika diwawancara, sang ibu Harianti menjawab, kondisi putrinya sudah tidak seburuk empat hari yang lalu. Dimana kondisi fisik putrinya pada Sabtu (22/2) sempat berwarna kuning hingga ke bagian mata.
“Waktu awal masuk sabtu sore lalu, hasil laboratorium menyatakan enzim hati anak saya mencapai 2000 U/L. Setelah 4 hari dirawat di RS Idaman enzim hati di anak saya sudah turun menjadi 1000 U/L, Alhamdulillah,” ucap Harianti.
Tak dipungkiri, Harianti mengaku, sebelum putrinya terkena virus ini, dirinya jarang membuat bekal makan siang untuk putrinya. Terlebih lagi, putrinya kerap membeli minuman pemanis yang menggunakan plastik transparan.
“Saya bikin bekal untuk Nayara setiap hari selasa saja,” ungkapnya.

“Saya berharap kejadian ini tidak terjadi kepada orang tua murid lainnya,” tambahnya.
Melihat kasus ini, pihak puskemas Guntung Manggis bersama Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, segera memberikan penanganan kepada murid SDN 1 Guntung Manggis yang tidak terjangkit, berupa penelitian epidemiologi pada Senin (24/2).
Menurut Kepala Puskesmas Guntung Manggis, Tetri Aprillia Sesanti, pihaknya segera mempelajari determinan penyakit pada populasi virus hepatitis tersebut. Sehingga para murid lainnya bisa diberikan pemahaman bagaimana upaya pencegahan baik itu hepatitis maupun penyakit lainnya yang dianggap serius, agar tidak terjangkit.
“Kami langsung sosialisasi bersama Dinkes. Kami menyarankan untuk tidak jajan sembarangan dan sebaiknya membawa bekal ke sekolah,” tegasnya kepada Reporter ini.

“Kami juga menghimbau kepada sekolah lain di Kota Banjarbaru untuk selalu cuci tangan pasca bermain diluar kelas sebelum makan. Juga diingat mencuci bersih gelas serta piring yang sudah digunakan, karena penyebaran virus hepatitis bisa melalui itu,” jelas wanita yang berprofesi sebagai Dokter Gigi itu.
Diketahui sejak bulan Januari hingga Februari tercatat ada sekitar 108 kasus penderita penyakit Hepatitis. Pada bulan Januari terdapat 80 kasus diantaranya 66 Hepatitis dan 14 Hepatitis Akut. Kemudian bulan Febuari 28 Kasus terdiri dari 14 kasus Hepatitis dan 14 Hepatitis Akut.
Hepatitis adalah istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di hati. Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun juga dapat disebabkan oleh kondisi lain.
Beberapa penyebab hepatitis selain infeksi virus adalah kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, serta zat racun atau obat-obatan tertentu.
Hepatitis dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh terutama yang berkaitan dengan metabolisme, karena hati memiliki banyak sekali peranan dalam metabolisme tubuh, seperti:
- Menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.
- Menguraikan karbohidrat, lemak, dan protein.
- Menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh.
- Mengaktifkan berbagai enzim.
- Membuang bilirubin (zat yang dapat membuat tubuh menjadi kuning), kolesterol, hormon, dan obat-obatan.
- Membentuk protein seperti albumin dan faktor pembekuan darah.
- Menyimpan karbohidrat (dalam bentuk glikogen), vitamin, dan mineral.
Hepatitis yang terjadi dapat bersifat akut maupun kronis. Seseorang yang mengalami hepatitis akut dapat memberikan beragam manifestasi dan perjalanan penyakit. Mulai dari tidak bergejala, bergejala dan sembuh sendiri, menjadi kronis, dan yang paling berbahaya adalah berkembang menjadi gahal hati.
Bila berkembang menjadi hepatitis kronis, dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati (hepatocellular carcinoma) dalam kurun waktu tahunan. Pengobatan hepatitis sendiri bermacam-macam sesuai dengan jenis hepatitis yang diderita dan gejala yang muncul.



