Senin, 6 Juli 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Di Bali Flu Babi Afrika, Masyarakat dan Pemko Banjarbaru Datangi Ternak Babi

Ramadhani MTD. by Ramadhani MTD.
13 Februari 2020
A A
Di Bali Flu Babi Afrika, Masyarakat dan Pemko Banjarbaru Datangi Ternak Babi
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru bersama pihak Kelurahan Guntung Manggis dan Kecamatan Landasan Ulin melaksanakan giat pemantauan ke II di 56 Kandang Babi yang masih beroprasi, di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (13/2).

Giat tersebut menurut Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman, dalam rangka melakukan pemantauan tahap II setelah pemantauan yang dilaksanakan beberapa pekan lalu.

Camat Landasan Ulin, Subhan bersama Satpol PP dan Kelurahan Guntung Manggis tengah memberikan arahan kepada pemilik ternak babri, Sibarani. Foto : R a m a.

“Hari ini merupakan minggu ke II kita melakukan monotoring terhadap ternak Babi belakang Pondok Pesantren Hijrah II,” bebernya kepada Redaksi8.com usai negosiasi kepada salah satu pemilik ternak babi.

Ia meneruskan, pihaknya sudah 3 kali memberikan kebijakan terhadap para pemilik. Akan tetapi pihak pemilik sambungnya belum juga bisa memindahkan usaha ternak tersebut.

LihatJuga :

PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK

Legislator ini Sambut Baik Panen Raya Padi di Kapuas Kuala, Dukung Program Swasembada Pangan

Legislator DPRD Kapuas H. Pahmi Apresiasi Rencana Panen Raya Ketahanan Pangan TNI di Bataguh

Dukung Penuh Program “Lewu Bersinar”, Anggota DPRD Kapuas H. Pahmi Dorong Pemerataan Infrastruktur

Pemilik ternak dan Pemerintah Kota sempat melakukan perdebatan terkait larangan pemindahan tempat yang masih di lokasi Kota Banjarbaru. Foto : R a m a.

“Pada tanggal 29 Februari nanti masih belum pindah, kita bersama Dinas PUPR, Kelurahan dan Kecamatan akan menutup akses jalan ke ternak ini,” tegasnya.

Selanjutnya Lurah Guntung Manggis, Surowo menerangkan, sebagai perpanjangan kaki tangan pemerintah Kota Banjarbaru pihaknya berusaha memberikan pehaman soal peraturan daerah yang melarang adanya peternakan Babi di Kota Banjarbaru.

Bayi babi yang baru saja lahir tengah menyusu sempat diabadikan reporter Redaksi8.com. Foto : R a m a.
Anak babi yang umurnya kurang lebih 7 bulan berada di dalam salah satu 56 kandang babi yang ada. Foto : R a m a.

“Ini adalah tugas dari pemko banjarbaru untuk menutup kandang babi di kelurahan Guntung Manggis,” ujar Surowo.

“Kalau sudah besar seperti ini sangatlah mengganggu. Ternyata masyarakat sudah lama tidak menyetujui adanya kandang babi ini, tapi laporannya baru saja saya terima. Setelah ini kita akan melakukan konsulidasi lagi bersama pemilik ternak. Kemungkinan di kantor kelurahan nanti kita adain,” lanjutnya.

Camat Landasan Ulin, Subhan (tengah kemeja sasirangan corak merah hijau) dan Lurah Guntung Manggis, Surowo. Foto : R a m a.

Kemudian Masyarakat setempat, Sudarsono, juga sangat menolak keberadaan ternak babi itu. Tidak hanya bau, tapi juga babi dewasa kadang berkeliaran di sekitar perkebunan jagung dan kacang miliknya.

Sudarsono tengah memberikan kesaksian terkait babi yang sering dilepas dan berkelian di kawasan perkebunan miliknya.Foto : R a m a.

“Kalau ada babi yang lepas pasti usaha tanaman kami rusak diinjak. Saya menyatakan warga di sini minta kandang babi ditutup 100 persen,” ucapnya dengan nada tegas.

Santri Ponpes Darul Hijrah II, Muhammad Noor Patah, ikut membantah keberadaan ternak babi. Ia dan teman-temannya sangatlah risih dengan aroma tidak sedap yang berasal dari belakang sekolahnya. Hanya berjarak 2 meter dari dinding sekolahnya, suara berisik kadang terdengar.

Santri Ponpes Darul Hijrah II, Muhammad Noor Patah. Foto : R a m a

“Kami dipindah kesini ikhlas saja. Masalahnya wali santri kami sering mengeluhkan saat datang kesini, kok terasa bau sekali gitu,” kata Muhammad Noor Fatah.

Sementara itu pengelola ternak Sibarani, meminta tambahan waktu untuk mengurus perizinan lahan baru usahanya itu. Padahal sebelumnya Ia dan pengusaha ternak babi lainnya sudah menemukan lokasi yang sesuai jenis usahanya tersebut, yakni Kelurahan Sungai Ulin.

Pondok Pesantren darul Hijrah II. Foto : R a m a.
Kondisi kandang Babi, yang sangat berdekatan dengan bangunan aktivitas belajar mengajar santri

Namun tambahnya, masyarakat di sana pun juga ikut menolak. Terpaksa Sibarani mencari lahan baru di Jalan Handil Lima Kelurahan Syamsudin Noor.

“Kami cari makan disini pa. Padahal Kami sudah bikin kandang baru, asik asik membangun datang larangan, terpaksa mencari lahan baru lagi,” ceritanya.

Sibarani, pengelola ternak babi saat berdiskusi dengan masyarakat setempat dan pemerintah Kota Banjarbaru. Foto : R a m a.

“Tak mungkin kami bisa bikin kandang kalau sampai tanggal 29 nanti. Bukannya tidak mau pindah, masalahnya membangun kandangnya itu yang perlu waktu. Ditambah musim hujan, susah pa. Kami sudah mengalami kerugian saat membangun di daerah Landasan Ulin kemarin,” lebih jauh ungkap Sibarani.

Santri Ponpes Darul Hijrah II tengah menandatangani Surat Pernyataan pernyataan terkait keberatan warga terhadap adanya peternakan babi. Foto : R a m a.
Surat pernyataan pernyataan terkait keberatan warga terhadap adanya peternakan babi. Foto : R a m a.

Pada giat tersebut juga dilakukan kesepakatan bersama masyarakat setempat yakni warga RT 18 RW 003, dengan membuat surat pernyataan terkait keberatan warga terhadap adanya peternakan babi dibelakang Pondok Pesantren Darul Hijrah II.

Diketahui Peternakan Babi milik Sibarani sudah berjalan selama 18 tahun lamanya.

Share377Tweet27Send

Related Posts

PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK

PENGUMUMAN KEHILANGAN STNK

by Kahfi
5 Juli 2026

Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan data sebagai berikut:Nama Pemilik : HendriyantoNomor Polisi : BE 2151 AEVMerek :...

Dinas Kesehatan Tapteng Sambut Baik Sunat Massal Gratis DMI, Wujud Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Dinas Kesehatan Tapteng Sambut Baik Sunat Massal Gratis DMI, Wujud Kolaborasi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

by Tim Redaksi8.com
4 Juli 2026

REDAKSI8.COM, TAPANULI TENGAH - Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah memfasilitasi pelaksanaan sunat massal gratis yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI)...

DinsosP3AP2KB Banjar Perkuat Akurasi Data DTSEN 2026, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran

DinsosP3AP2KB Banjar Perkuat Akurasi Data DTSEN 2026, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran

by Az-Zukhairy
3 Juli 2026

REDAKSI8.VOM, BANJAR - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) terus...

Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In