REDAKSI8.COM – Banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia salah satunya di kabupaten Banjar membuat aparat TNI, kepolisian dan aparat pemerintah siaga agar banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa akibat banjir tersebut.
Seperti Danramil-02 / Pengaron Kapten Inf Kurmanto, Kapolsek serta aparat pemerintah Kecamatan Pengaron turun langsung cek lokasi bencana banjir di 4 (Empat) Desa wilayah Pengaron Martapura Kabupaten Banjar, Sabtu (8/2/2020), pukul 15.30 wita.

Danramil Pengaron mengerahkan Babinsanya langsung untuk memantau langsung korban banjir yang melanda lingkungan warga masyarakat setempat.
Hujan yang mengguyur wilayah itu bukan lagi luapan air sungai, namun sudah menjadi bencana banjir, Ungkap Danramil saat memberikan logistik bantuan kepada warga Korban banjir.
Empat desa terdampak banjir luapan air sungai diantaranya Desa Pengaron RT. 02, RT. 03, RT. 04 dan RT. 05, rumah yang terendam 156 buah dengan jumlah 236 Kepala Keluarga, sawah milik warga terendam 230 hektar, ketinggian air 75 cm.
Adapun Desa Benteng RT .01, RT. 02, RT .03, dan RT. 04 juga merendam 148 rumah 60 Kepala Keluarga dan 80 Jiwa, sawah 71 hektar Desa Lok tunggul, RT. 02 rumah terendam 40 buah, 55 Kepala Keluarga, 150 jiwa, sawah terendam : 50 Ha.
Desa Mangkauk RT. 07 dan RT. 02 rumah terendam 58 buah, jumlah Kepala Keluarga 58 dan 142 jiwa. Sawah terendam 70 Hektar dengan ketinggian air rata-rata 70 cm. Banjir terparah di semua desa, di desa mangkauk terpaksa menyalurkan bantuan harus mengusirnya area banjir menggunakan perahu karet, dan warga sebagian banyak bertahan dirumah karena menurutnya air akan turun.
Koramil dan Polsek bersama aparat pemerintah Kecamatan melakukan tindakan dalam menangani bencana ini dengan berkoordinasi dengan aparat Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar. Hal tersebut untuk membantu penanganan pertama bencana ini, selanjutnya memastikan kembali mendata rumah warga yang tergenang air, memonitor serta kami akan melaporkan perkembangan kejadian bencana banjir yang ada di wilayah.
Kepala desa Pengaron HM.Junaidi menuturkan bahwa hujan meski tidak deras tapi lama satu hari, akibat luapan sungai pengaron disebabkan selain kiriman air bantaran sungai yang mengalir menghubungkan mulai dari wilayah Kecamatan sungai tinggi sekali Sampai saat ini belum ada kerugian korban jiwa yang diakibatkan bencana banjir ini, bantuan dari aparat sudah diterima, dan warga masih menunggu air berangsur surut.



