REDAKSI8.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjarbaru melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) merupakan pengkaderan formal tingkat kedua setelah Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), Jumat (10/01/2020) di Aula Gawi Sabarataan Pemkot Banjarbaru.
PKD ini adalah untuk menjadikan kader kader militan yang mempunyai komitmen dan moralitas sebagai dasar kemampuan kader secara praksis untuk terpanggil agar melakukan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dan harapan sebagai pemegang peranan penting kelak dalam sebuah organisasi PMII.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua PMII Kota Banjarbaru M Syafiq, pada hari ini kita melakukan Pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII dan Dialog Publik dengan Tema “Peran Pemuda dan Pemerintah dalam Meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda di Banjarbaru”
Yang mengikuti kegiatan PKD ini sebanyak 40 peserta terdiri dari 4 kampus yang ada di kota Banjarbaru seperti Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Universitas Kalimantan (UNISKA), Universitas Ahmad Yani (UVAYA) dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STAI) Al Falah.
“Pada kegiatan ini, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah, Ketua KNPI Kota Banjarbaru Gusti Adam Maulana dan ketu PMII Kota Banjarbaru M Syafiq yang menjadi narasumber dialog.
M Syafiq memandang, bahwa saat ini Kota Banjarbaru bejuluk sebagai kota pendidikan namun dari segi kelayakan kota sebagai kota layak pemuda Banjarbaru masih belum dan masih kalah dibandingkan daerah lain. Banjarbaru sebagai kota pendidikan yang mayoritas dihuni oleh kaum muda dan itu harus menjadi PR besar bagi para pemuda dan pemerintah untuk meningkatkan indeks pembangunan pemuda,”
Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah menanggapi hal tersebut, bahwa DPRD Kota Banjarbaru sudah membuat Perda kepemudaan dan semua organisasi kepemudaan di Kota Banjarbaru akan mempunyai bagian hukum dan tujuannya tujuannya adalah menjadikan kota Banjarbaru sebagai Kota layak pemuda.



