REDAKSI8.COM – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, meminta Pemerintah Daerah melakukan penyerapan dan merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan tepat.
Hal itu dimaksudkan agar penyerapan anggaran dan belanja program dilakukan secara efektif dan efisien.
“Rata-rata SiLPA provinsi kita masih triliunan, hampir 20 Triliun untuk seluruh provinsi,” Beber Tjahjo di Jakarta, Rabu (19/06/2019).
Berdasarkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Provinsi dalam APBD Provinsi se-Indonesia Tahun Anggaran 2018 sebanyak Rp. 19,97 triliun.
“Rata-rata provinsi se-Indonesia sebesar Rp. 587,41 miliar,” Ungkapnya.
SiLPA terbesar dimiliki oleh Provinsi DKI Jakarta yang mencapai Rp. 6,80 triliun atau 34,05 persen dari total SiLPA Provinsi se-Indonesia tahun anggaran 2018.
Sedangkan Provinsi Sulawesi Barat tidak menganggarkan Penerimaan Pembiayaan melalui SiLPA pada APBD tahun anggaran 2018.
Namun, jika diurutan berdasarkan rasio SiLPA terhadap total penerimaan pembiayaan, maka sebanyak 24 Provinsi di Indonesia memiliki kontribusi SiLPA terhadap total penerimaan pembiayaan yang sangat signifikan terhadap total penerimaan pembiayaan, yakni mencapai 100 persen.
“Sementara ini kontribusi SiLPA terkecil ada di Provinsi Lampung yakni 6,25 persen,” Ujar Tjahjo
“Menghabiskan anggaran masih sulit, Ini menunjukan bahwa perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program tidak berjalan dengan baik. Ini tolong dicermati,” Tegasnya.



