REDAKSI8.COM – Selama satu pekan terakhir Kota berjuluk kota pendidikan ialah kota Malang Jawa timur terus diguyur hujan.
Walaupun sempat beberapa kali terik matahari panaskan kota ini, namun genangan air yang memenuhi jalan Tirto Utomo Kelurahan Landung Sari Kecamatan Dau tak kunjung surut. Seperti pada video yang berhasil diambil reporter ini, selama hujan deras Kawasan kuliner ini terus digenangi air hujan dan luapan air selokan yang menuju ke Kali Berantas.
Alih-alih hujan, Kemacetan di kota tersebut juga tak kunjung reda. Muhammad Riswanda Hermawan, warga Mertojoyo Kecamatan Lowokwaru, yang berteduh di disalah satu warung makan menerangkan, selama satu pekan Kota Malang tak henti diguyur hujan.
Akan tetapi hal yang dikeluhkannya justru arus lalu lintas yang terus mengalami kemacetan.
“Kalau hujan saja ga papa, ini kan berkah. Tapi macetnya ini loo. Kasian yang naik motor,” ungkapnya dengan logat jawanya yang kental, minggu (24/2).
Kemacetan tersebut sambung pria yang akrab disapa Wanda, bukan lagi hal yang tabu. Sangat mustahil katanya, kota malang terbebas dari kemacetan lalu lintas.
“Bukan Malang jika tidak macet,” cetus Wanda.
Kemacetan tersebut lebih jauh menurutnya, memuncak saat perayaan wisuda di kampus-kampus yang ada di Kota tersebut.
“Seperti kemarinkan universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Brawijaya adakan wisuda secara bersamaan. Akhirnya sepanjang jalan di Tlogomas sampai MT Haryono macet total,” paparnya kepada reporter.
Dilansir dari laman web Bisnis. com, Plt Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (23/8/2018), mengatakan, Kota malang akan melakukan pembenahan sesuai dengan rencana tata kota, termasuk didalamnya program pembebasan lahan untuk pelebaran jalan. Rencana tersebut akan dimulai pada 2019 mendatang.
“Ada banyak persimpangan yang menjadi salah satu alasan kemacetan, maka sudah waktunya kita melakukan pembenahan sesuai dengan rencana tata kota. Ada beberapa titik yang harus dibebaskan,” katanya, ditemui di DPRD Kota Malang.
Pembiayaan untuk pelebaran jalan tersebut akan diambil dari dana selisih antara Penambahan Pendapatan dengan Belanja 2018 yang tersisa sebesar Rp19,8 miliar. Namun, berapa besar jumlah alokasi dana untuk pelebaran jalan tersebut, masih belum diputuskan.
“Dana tersebut akan kita cadangkan dulu, itu untuk 2019. Kami akan inventarisir terlebih dahulu,” ujar Sutiaji.
Berdasarkan data terupdate dari Badan Pusat Statistik Malang, pengguna kendaraan bermotor dan mobil di 5 kecamatan selama sampai tahun 2017 sebanyak 90.058 unit mobil penumpang dan 456.693 unit kendaraan bermotor.