REDAKSI8.COM – Pelaksanaan imunisasi Rubella di Kabupaten Banjar pada batas akhir yang ditetapkan yakni 31 Desember 2018, hanya mampu mencapai 43%. Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah.
“Memang jauh dari apa yang diharapkan, namun kita sudah melakukan upaya-upaya untuk meyakinkan masyarakat untuk mau melakukan imunisasi MR, tapi memang susah meyakinkan kalau sudah berurusan dengan akhirat,” Katanya
Ditambahkannya, salah satu pondok pesantren yang ada di kabupaten Banjar yang dulunya tidak bersedia melakukan imunisasi MR, kini telah bersedia namun waktunya telah habis.
“Di Pondok Darul Hijrah, sebenarnya kita mau menyelenggarakan pada bulan Desember kemarin, tapi anak muridnya sedang libur, jadi kita akan gelar pada januari ini, itupun tanpa adanya paksaan,”ucapnya
Dengan bersedianya Pondok Darul Hijrah untuk melakukan Imunisasi MR, tentu hal itu merubah pandangan masyarakat yang dulunya mengenai isu negative mengenai imunisasi MR.
“Tetap kita laksankaan dengan gratis, namun kita tidak tau apakah kebijakan kita ini masih di setuji pemerintah pusat, namun begitu masa liburan santri Darul Hijrah sudah selesai liburan kita akan langsung gelar imunisasi disana,”pungkasnya.
Diketahui Imunisasi MR ini sempat ditentang sebagian banyak masyarakat, akibat isu yang beredar vaksin tersebut mengandung engine babi. Hal itu membuat pelaksaan imunisasi MR menjadi terkendala.



