REDAKSI8.COM, BALANGAN – Prestasi kafilah Kabupaten Balangan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menjadi perhatian serius Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Balangan.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Kabupaten Balangan Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Juai, Senin (28/9/2026).
Rakerda tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk membedah capaian kafilah Balangan, mengevaluasi pola pembinaan, sekaligus menyusun strategi menghadapi persaingan MTQ di tingkat provinsi hingga nasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Dr. Hj. Nahdiyatul Husna, S.Pd.I., M.M., serta Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Balangan.
Salah satu agenda penting dalam Rakerda adalah evaluasi keikutsertaan kafilah Balangan pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Barito Kuala.
Evaluasi tersebut diarahkan untuk melihat secara lebih rinci kekuatan dan kelemahan masing-masing cabang lomba, kualitas peserta, sistem seleksi, pola pembinaan hingga kesiapan official dan pembina.
Kepala Kantor Kemenag Balangan, Hj. Nahdiyatul Husna, menegaskan bahwa pembinaan kafilah harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjelang pelaksanaan MTQ.
“Kita harus berani mengevaluasi secara terbuka. Kalau ada yang masih kurang, harus diperbaiki. Kalau ada potensi yang kuat, harus diperkuat. Jangan sampai pembinaan baru dilakukan ketika MTQ sudah dekat,” tegasnya.
Menurutnya, prestasi dalam MTQ tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terencana, seleksi secara objektif, pemetaan potensi sejak dini serta pendampingan intensif bagi para qari-qariah dan hafiz-hafizah.
“Target kita bukan hanya mengirim kafilah, tetapi menyiapkan peserta yang benar-benar siap bersaing. Karena itu, pembinaan, Training Center, official, pembina dan evaluasi harus disusun secara terukur,” lanjutnya.
Dalam Rakerda, LPTQ Balangan juga membahas evaluasi pemanfaatan anggaran LPTQ kecamatan, penyusunan program kerja strategis serta mekanisme seleksi peserta mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Sistem seleksi menjadi salah satu bagian penting agar peserta yang memiliki kemampuan dan potensi terbaik dapat terjaring secara objektif. Setelah terpilih, para peserta diharapkan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sehingga memiliki kesiapan yang lebih matang saat menghadapi kompetisi.
Pembinaan juga diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada satu kali perlombaan, tetapi membangun proses pembibitan dan pengembangan kemampuan peserta secara berkesinambungan.
Selain membahas prestasi kafilah, Rakerda turut memberikan perhatian terhadap kesiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-XIX Tingkat Kabupaten Balangan.
Kecamatan Juai dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQN XIX Kabupaten Balangan yang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026.
Persiapan tuan rumah menjadi bagian penting yang dibahas, mulai dari kepanitiaan, sarana dan prasarana, hingga kebutuhan logistik selama pelaksanaan kegiatan.
Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi selaku Ketua LPTQ Kabupaten Balangan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tim kerja LPTQ yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQN tersebut.
Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan dan bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQN XIX di Kecamatan Juai.
“Mari kita sukseskan pelaksanaan MTQN ke-XIX tingkat Kabupaten Balangan di Kecamatan Juai,” ajaknya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MTQN tidak hanya ditentukan oleh kesiapan lokasi dan teknis kegiatan, tetapi juga membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh unsur yang terlibat.
Rakerda LPTQ Balangan juga mulai mempersiapkan langkah jangka panjang untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Penguatan tim official dan pembina, pemetaan potensi peserta serta penyusunan jadwal Training Center (TC) bagi calon kafilah menjadi bagian dari strategi yang mulai disiapkan.
Dengan pola tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam cabang yang diikuti, tetapi juga mempunyai kesiapan mental dan pengalaman bertanding yang lebih baik.
Rakerda LPTQ Kabupaten Balangan Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an di Bumi Sanggam.
Evaluasi prestasi tidak berhenti pada pencatatan hasil perlombaan. Setiap kekurangan diharapkan menjadi bahan perbaikan, setiap program memiliki target yang jelas, dan setiap potensi peserta mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dengan demikian, pembinaan LPTQ Balangan diharapkan mampu melahirkan kafilah yang lebih siap, kompetitif dan konsisten menghadapi MTQ, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Kabupaten Balangan Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Juai, Senin (28/9/2026).
Rakerda tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk membedah capaian kafilah Balangan, mengevaluasi pola pembinaan, sekaligus menyusun strategi menghadapi persaingan MTQ di tingkat provinsi hingga nasional.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Dr. Hj. Nahdiyatul Husna, S.Pd.I., M.M., serta Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Balangan.
Salah satu agenda penting dalam Rakerda adalah evaluasi keikutsertaan kafilah Balangan pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Barito Kuala.
Evaluasi tersebut diarahkan untuk melihat secara lebih rinci kekuatan dan kelemahan masing-masing cabang lomba, kualitas peserta, sistem seleksi, pola pembinaan hingga kesiapan official dan pembina.
Kepala Kantor Kemenag Balangan, Hj. Nahdiyatul Husna, menegaskan bahwa pembinaan kafilah harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjelang pelaksanaan MTQ.
“Kita harus berani mengevaluasi secara terbuka. Kalau ada yang masih kurang, harus diperbaiki. Kalau ada potensi yang kuat, harus diperkuat. Jangan sampai pembinaan baru dilakukan ketika MTQ sudah dekat,” tegasnya.
Menurutnya, prestasi dalam MTQ tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terencana, seleksi secara objektif, pemetaan potensi sejak dini serta pendampingan intensif bagi para qari-qariah dan hafiz-hafizah.
“Target kita bukan hanya mengirim kafilah, tetapi menyiapkan peserta yang benar-benar siap bersaing. Karena itu, pembinaan, Training Center, official, pembina dan evaluasi harus disusun secara terukur,” lanjutnya.
Dalam Rakerda, LPTQ Balangan juga membahas evaluasi pemanfaatan anggaran LPTQ kecamatan, penyusunan program kerja strategis serta mekanisme seleksi peserta mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Sistem seleksi menjadi salah satu bagian penting agar peserta yang memiliki kemampuan dan potensi terbaik dapat terjaring secara objektif. Setelah terpilih, para peserta diharapkan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sehingga memiliki kesiapan yang lebih matang saat menghadapi kompetisi.
Pembinaan juga diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada satu kali perlombaan, tetapi membangun proses pembibitan dan pengembangan kemampuan peserta secara berkesinambungan.
Selain membahas prestasi kafilah, Rakerda turut memberikan perhatian terhadap kesiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-XIX Tingkat Kabupaten Balangan.
Kecamatan Juai dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQN XIX Kabupaten Balangan yang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026.
Persiapan tuan rumah menjadi bagian penting yang dibahas, mulai dari kepanitiaan, sarana dan prasarana, hingga kebutuhan logistik selama pelaksanaan kegiatan.
Wakil Bupati Balangan H. Akhmad Fauzi selaku Ketua LPTQ Kabupaten Balangan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tim kerja LPTQ yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQN tersebut.
Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan dan bersama-sama menyukseskan pelaksanaan MTQN XIX di Kecamatan Juai.
“Mari kita sukseskan pelaksanaan MTQN ke-XIX tingkat Kabupaten Balangan di Kecamatan Juai,” ajaknya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MTQN tidak hanya ditentukan oleh kesiapan lokasi dan teknis kegiatan, tetapi juga membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh unsur yang terlibat.
Rakerda LPTQ Balangan juga mulai mempersiapkan langkah jangka panjang untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Penguatan tim official dan pembina, pemetaan potensi peserta serta penyusunan jadwal Training Center (TC) bagi calon kafilah menjadi bagian dari strategi yang mulai disiapkan.
Dengan pola tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam cabang yang diikuti, tetapi juga mempunyai kesiapan mental dan pengalaman bertanding yang lebih baik.
Rakerda LPTQ Kabupaten Balangan Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Al-Qur’an di Bumi Sanggam.
Evaluasi prestasi tidak berhenti pada pencatatan hasil perlombaan. Setiap kekurangan diharapkan menjadi bahan perbaikan, setiap program memiliki target yang jelas, dan setiap potensi peserta mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dengan demikian, pembinaan LPTQ Balangan diharapkan mampu melahirkan kafilah yang lebih siap, kompetitif dan konsisten menghadapi MTQ, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

