REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi pelayanan air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar memperkuat sistem pelayanan, khususnya di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Intake Sungai Tabuk yang telah dipersiapkan jauh sebelum musim kemarau berlangsung.
Kepala Cabang PTAM Intan Banjar, Alimudin, mengatakan persiapan tersebut dilakukan sekitar enam bulan sebelumnya sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi penurunan ketersediaan dan kualitas air baku.
“Enam bulan sebelum kemarau tiba, kami sudah mengantisipasi dengan pembangunan SPAM Intake Sungai Tabuk,” ujar Alimudin.
SPAM Sungai Tabuk mulai dioperasikan pada 25 Agustus 2026 sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Instalasi tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 100 liter per detik.
Namun, pemanfaatannya saat ini masih berada pada kisaran 60 hingga 80 liter per detik. Dengan demikian, masih terdapat kapasitas cadangan yang dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan pelayanan apabila permintaan meningkat atau kondisi air baku semakin menantang.
Menurut Alimudin, tantangan selama musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air baku. Kondisi air baku yang berubah juga membuat proses pengolahan membutuhkan perhatian lebih.
PTAM Intan Banjar terus berupaya memastikan air baku yang masuk ke instalasi dapat diolah sesuai standar sebelum dialirkan kepada pelanggan.
Kondisi tersebut membuat proses produksi membutuhkan penanganan lebih intensif, termasuk dari sisi operasional dan biaya pengolahan.
“Yang menjadi perhatian bukan hanya kuantitas air, tetapi juga bagaimana kualitas air baku tetap bisa kami olah sehingga memenuhi standar sebelum didistribusikan kepada pelanggan,” jelasnya.
Keberadaan SPAM Intake Sungai Tabuk yang relatif baru menjadi salah satu pendukung kesiapan PTAM Intan Banjar. Kondisi instalasi dan sarana pendukung yang masih prima memungkinkan sistem tersebut dioptimalkan selama periode kemarau.
Selain memperkuat kapasitas produksi, PTAM Intan Banjar juga melakukan pemantauan terhadap sistem distribusi di wilayah Sungai Tabuk, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pelayanan akibat perubahan kondisi air baku maupun peningkatan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
PTAM Intan Banjar juga menyiapkan program Empaty Pelayanan Sosial Air Bersih sebagai langkah antisipasi apabila terdapat wilayah yang mengalami gangguan atau membutuhkan suplai air bersih.
Melalui program tersebut, distribusi air dapat dilakukan menggunakan mobil tangki sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Alimudin menegaskan, pelayanan selama musim kemarau tidak hanya berorientasi pada memastikan air tetap tersedia, tetapi juga menjaga kualitas air yang diterima pelanggan.
“Fokus kami adalah bagaimana ketersediaan air tetap terjaga dan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan juga tetap sesuai standar,” tegasnya.
Dengan pengoperasian SPAM Sungai Tabuk, pemantauan jaringan distribusi, serta kesiapan pelayanan air bersih menggunakan mobil tangki, PTAM Intan Banjar berupaya menjaga pelayanan kepada masyarakat di tiga wilayah tersebut tetap berjalan selama menghadapi musim kemarau.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Intake Sungai Tabuk yang telah dipersiapkan jauh sebelum musim kemarau berlangsung.
Kepala Cabang PTAM Intan Banjar, Alimudin, mengatakan persiapan tersebut dilakukan sekitar enam bulan sebelumnya sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi penurunan ketersediaan dan kualitas air baku.
“Enam bulan sebelum kemarau tiba, kami sudah mengantisipasi dengan pembangunan SPAM Intake Sungai Tabuk,” ujar Alimudin.
SPAM Sungai Tabuk mulai dioperasikan pada 25 Agustus 2026 sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Instalasi tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 100 liter per detik.
Namun, pemanfaatannya saat ini masih berada pada kisaran 60 hingga 80 liter per detik. Dengan demikian, masih terdapat kapasitas cadangan yang dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan pelayanan apabila permintaan meningkat atau kondisi air baku semakin menantang.
Menurut Alimudin, tantangan selama musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air baku. Kondisi air baku yang berubah juga membuat proses pengolahan membutuhkan perhatian lebih.
PTAM Intan Banjar terus berupaya memastikan air baku yang masuk ke instalasi dapat diolah sesuai standar sebelum dialirkan kepada pelanggan.
Kondisi tersebut membuat proses produksi membutuhkan penanganan lebih intensif, termasuk dari sisi operasional dan biaya pengolahan.
“Yang menjadi perhatian bukan hanya kuantitas air, tetapi juga bagaimana kualitas air baku tetap bisa kami olah sehingga memenuhi standar sebelum didistribusikan kepada pelanggan,” jelasnya.
Keberadaan SPAM Intake Sungai Tabuk yang relatif baru menjadi salah satu pendukung kesiapan PTAM Intan Banjar. Kondisi instalasi dan sarana pendukung yang masih prima memungkinkan sistem tersebut dioptimalkan selama periode kemarau.
Selain memperkuat kapasitas produksi, PTAM Intan Banjar juga melakukan pemantauan terhadap sistem distribusi di wilayah Sungai Tabuk, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.
Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pelayanan akibat perubahan kondisi air baku maupun peningkatan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
PTAM Intan Banjar juga menyiapkan program Empaty Pelayanan Sosial Air Bersih sebagai langkah antisipasi apabila terdapat wilayah yang mengalami gangguan atau membutuhkan suplai air bersih.
Melalui program tersebut, distribusi air dapat dilakukan menggunakan mobil tangki sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Alimudin menegaskan, pelayanan selama musim kemarau tidak hanya berorientasi pada memastikan air tetap tersedia, tetapi juga menjaga kualitas air yang diterima pelanggan.
“Fokus kami adalah bagaimana ketersediaan air tetap terjaga dan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan juga tetap sesuai standar,” tegasnya.
Dengan pengoperasian SPAM Sungai Tabuk, pemantauan jaringan distribusi, serta kesiapan pelayanan air bersih menggunakan mobil tangki, PTAM Intan Banjar berupaya menjaga pelayanan kepada masyarakat di tiga wilayah tersebut tetap berjalan selama menghadapi musim kemarau.

