REDAKSI8.COM, BANJARMASIN — Selasa (15/9/2026) pagi sebanyak 22 korban selamat KM Virgo Transport 8 akhirnya berhasil tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Setelah sempat tertahan di tengah laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, proses pemindahan puluhan korban dari KRI Nala ke daratan tersebut berhasil dilaksanakan oleh tim evakuasi menggunakan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin.

Sebelumnya, proses pemindahan puluhan korban selamat tersebut terpaksa ditunda demi mengutamakan keselamatan.
Penundaan dipicu oleh tingginya alun serta gelombang laut di wilayah Tabunio, ditambah dengan kondisi waktu transfer yang sudah memasuki malam hari.
Pemindahan baru dapat direalisasikan pada Selasa pagi setelah cuaca membaik dan alun di wilayah Muara Barito relatif landai.
Kedatangan 22 korban di Pelabuhan Trisakti dibagi dalam dua tahap atau sortie.
Pada sortie pertama, kapal RBB membawa 16 korban laki-laki dan bersandar di pelabuhan sekitar pukul 09.45 WITA.
Setibanya di daratan, para korban langsung didampingi petugas medis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan awal guna memastikan kondisi mereka pasca evakuasi dari tengah laut.
Tak lama berselang, sortie kedua menyulul dengan membawa enam korban selamat yang terdiri dari satu perempuan dan lima laki-laki untuk mendapatkan penanganan serupa.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, memastikan seluruh korban berada dalam kondisi selamat selama proses pemindahan dari KRI Nala hingga tiba di daratan.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari KRI Nala di laut lokasi pencarian, berjumlah 22 orang,” katanya.
“Keseluruhan 22 korban yang dipindahkan menggunakan RBB Lanal Banjarmasin, telah berhasil dibawa menuju daratan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi masing-masing,” sambungnya.
Ia menjelaskan korban yang mengalami luka atau membutuhkan penanganan medis akan menjalani pemeriksaan dan triase di rumah sakit untuk menentukan tingkat kegawatan serta prioritas pelayanan berdasarkan kondisi masing-masing korban setelah tiba di darat.
“Ya, mungkin ada luka dan lain-lain itu masih dalam rumah sakit perawatan dan nanti akan ditriase, diberikan tanda apakah hijau, kuning, merah, dan lain sebagainya,” kata Sudayana.
Proses pemindahan korban dari KRI Nala ke RBB Lanal Banjarmasin seharusnya dilakukan pada Senin (14/9), tetapi menurutnya, kondisi alun dan gelombang yang tinggi di wilayah Tabunio serta waktu transfer yang sudah malam, membuat tim mengutamakan keselamatan korban dan personel SAR.
“Di daerah Tabunio itu alun dan gelombang sangat tinggi dan kondisi pada saat itu waktu transfer juga sudah malam hari. Jadi kita mengedepankan safety,” tandasnya.

