REDAKSI8.COM, BANJAR — Upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks terus digencarkan Pemerintah Desa Sungai Batang Ilir, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.
Tidak sekadar menggelar pemeriksaan kesehatan, desa tersebut menghadirkan inovasi kader kesehatan bertajuk “BIDADARI IVA”, akronim dari Bina Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi, Pendampingan, dan Pemeriksaan IVA.


Program ini dilaksanakan Pemerintah Desa Sungai Batang Ilir bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Martapura Barat, dengan sasaran utama perempuan usia subur, khususnya yang sudah menikah.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua kesempatan, yakni Sabtu, 15 Agustus 2026, dan kembali dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Desa Sungai Batang Ilir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ibu Camat Martapura Barat bersama jajaran Pemerintah Desa Sungai Batang Ilir dan pihak terkait. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat desa.
Pembakal Sungai Batang Ilir, M. Mahyani, mengatakan pelaksanaan BIDADARI IVA merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kesehatan perempuan sekaligus upaya mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Menurutnya, deteksi dini memiliki peran penting karena pemeriksaan dapat membantu menemukan adanya perubahan pada leher rahim yang perlu mendapatkan tindak lanjut tenaga kesehatan.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Desa Sungai Batang Ilir terhadap kesehatan perempuan, terutama perempuan usia subur yang sudah menikah. Kami berharap masyarakat tidak takut untuk melakukan pemeriksaan karena deteksi dini sangat penting,” ujar M. Mahyani.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan tidak menunggu sampai muncul keluhan atau gejala tertentu untuk memeriksakan kesehatan.
Melalui BIDADARI IVA, pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pemeriksaan. Kader kesehatan juga berperan memberikan edukasi dan pendampingan sehingga peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta melakukan pemeriksaan secara berkala.
Kehadiran BIDADARI IVA juga menunjukkan peran kader kesehatan sebagai penggerak kesadaran masyarakat di tingkat desa.
Kader tidak hanya membantu mengajak perempuan menjadi peserta pemeriksaan, tetapi turut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman bahwa pemeriksaan IVA merupakan salah satu langkah deteksi dini yang penting.
Kegiatan yang bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Martapura Barat tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan secara langsung dari tenaga kesehatan.
Peserta mengikuti pemeriksaan dengan pendampingan tenaga kesehatan. Respons masyarakat pun dinilai positif, menunjukkan adanya kesadaran yang semakin tumbuh terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan perempuan.

Pemerintah Desa Sungai Batang Ilir berharap BIDADARI IVA dapat menjadi salah satu inovasi pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan yang ingin dibangun pun sederhana, tetapi penting: perempuan tidak perlu menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan dirinya.
Dengan edukasi, pendampingan, dan pemeriksaan yang dilakukan secara terpadu, pemerintah desa berharap semakin banyak perempuan usia subur yang bersedia memanfaatkan layanan kesehatan dan melakukan deteksi dini.
“Perempuan sehat menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” demikian harapan Pemerintah Desa Sungai Batang Ilir.
Melalui inovasi BIDADARI IVA, Pemerintah Desa Sungai Batang Ilir bersama kader kesehatan dan UPTD Puskesmas Martapura Barat berupaya memperkuat pencegahan penyakit dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat, meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi, serta mendorong deteksi dini kanker serviks di kalangan perempuan usia subur.



