REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru belum mengambil kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan proses pembelajaran di sejumlah sekolah.
Keputusan tersebut masih menunggu perkembangan kondisi udara, setelah hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kabut asap pada Jumat (21/8/2026) pagi mulai lebih tipis dibandingkan hari sebelumnya.


Kepala Disdik Kota Banjarbaru, Abdul Basid mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan secara situasional untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengganggu kualitas pembelajaran di sekolah.
“Mengenai pembelajaran jarak jauh, sampai sekarang belum kita ambil, ya. Kita melihat dulu situasional seperti apa,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (20/8/26).
Pemantauan langsung juga dilakukan Disdik pada sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang.
Langkah itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan sekolah serta memastikan proses pembelajaran tetap dapat berlangsung di tengah perubahan kondisi kabut asap.
“Pagi tadi kami melakukan monitoring langsung di beberapa satuan pendidikan, baik itu jenjang SD maupun SMP di daerah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang,” katanya.
Dari hasil pemantauan, kondisi kabut asap pada pagi hari dinilai tidak separah hari sebelumnya. Bahkan, sekitar pukul 08.00 Wita, di sejumlah kawasan mulai terlihat lebih terang sehingga belum diperlukan perubahan sistem pembelajaran.
“Untuk hari ini sebenarnya lumayan, tapi untuk kabut asap tidak separah kemarin,” ucapnya.
Menurut Basid, kondisi itulah nantinya yang akan menjadi pertimbangan bagi Disdik untuk tetap mempertahankan pembelajaran tatap muka.
Dengan harapan, kualitas udara terus membaik sehingga siswa dan tenaga pendidik dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar secara normal.
“Harapannya sih seperti itu terus, sehingga kita jangan sampai mengganggu kualitas pembelajaran yang ada di satuan pendidikan,” harapnya.
Meski belum menerapkan PJJ, Disdik Banjarbaru tetap menyiapkan kemungkinan sebagai langkah alternatif apabila kondisi kabut asap kembali memburuk atau berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
“Untuk sampai saat ini belum kita ambil, sampai kita melihat situasi seperti apa ke depannya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keputusan untuk mengubah sistem pembelajaran tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kondisi sesaat. Namun pihaknya harus mempertimbangkan perkembangan kabut asap sekaligus memastikan mutu pendidikan tetap terjaga.
“Karena memang, sekali lagi, kita berharap jangan sampai mutu kualitas pembelajaran kita terganggu juga,” imbuhnya.
Basud menyebut kondisi kabut asap merupakan situasi yang harus disikapi secara fleksibel. Karena itu, apabila situasi semakin parah, pihaknya akan melaporkan perkembangan kepada Wali Kota Banjarbaru untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
“Sampai hari ini opsi itu belum kita ambil, belum kita sampaikan menjadi pertimbangan pimpinan nanti,” tuturnya.
Kendati demikian, jika kabut asap semakin pekat atau bertahan dalam waktu lama, sejumlah alternatif kebijakan pun akan disiapkan. Walaupun diharapkan kondisi udara dapat terus membaik sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka tidak perlu dihentikan.
“Kalau memang ternyata dampaknya semakin parah atau cukup lama, tentu beberapa alternatif pilihan akan kita laporkan kepada ibu Wali Kota untuk menjadi pilihan alternatif yang lain. Harapannya ya tidak seperti itulah,” pungkasnya.



