REDAKSI8.COM, BANJAR — Warga Komplek Griya Persada Banjar Blok H, RT 007, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dibuat geger oleh kebakaran lahan yang terjadi tak jauh dari permukiman, Selasa (18/8/2026) siang. Kobaran api yang muncul di lahan kosong tersebut sempat membuat warga waswas karena jaraknya hanya sekitar 10 meter dari rumah penduduk.
Kobaran api dan kepulan asap terlihat dari kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat warga segera meningkatkan kewaspadaan, terlebih angin dan kondisi lahan yang kering berpotensi membuat api cepat merambat ke area di sekitarnya.


Warga pun berupaya memastikan api tidak semakin mendekati rumah. Laporan mengenai kejadian itu kemudian disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat segera dilakukan.
Informasi kebakaran pertama kali dilaporkan warga bernama Gusti Shalatiah. Laporan tersebut kemudian tersebar dan diketahui petugas pemadam kebakaran. Respons cepat dilakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak terhadap permukiman yang berada di dekat lokasi.
Kasi DPKP Banjar, Ikhwan Fahrie, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi tersebut. Satu unit fire truck bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan memastikan kondisi di sekitar permukiman tetap aman.
“Laporan masyarakat terkait kebakaran lahan kurang lebih 10 meter hampir mengenai rumah-rumah warga,” ujar Ikhwan.
Saat petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah mulai mengecil. Meski demikian, petugas tetap melakukan penanganan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali membesar.
Proses pemadaman juga dibantu para relawan pemadam kebakaran di sekitar lokasi. Kolaborasi petugas dan relawan membuat penanganan kebakaran berlangsung lebih cepat, sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke arah rumah warga.
Berkat respons cepat petugas dan relawan, kobaran api berhasil dikuasai sekitar pukul 15.05 Wita. Penanganan berlangsung kurang lebih selama dua jam sejak proses penanganan dilakukan hingga api dipastikan tidak lagi membahayakan permukiman.
Jarak lokasi kebakaran yang relatif dekat dengan rumah warga menjadi perhatian utama dalam penanganan. Petugas harus memastikan api benar-benar terkendali agar tidak merambat dan mengancam bangunan di sekitarnya.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar dalam kejadian tersebut. Meski api berhasil dikendalikan, peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan karena terjadi di kawasan yang berdekatan dengan permukiman.
Kebakaran lahan yang terjadi di tengah musim kemarau ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di lahan yang berada berdekatan dengan permukiman. Warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi sedang kering.
Kesiapsiagaan masyarakat dan kecepatan laporan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran lahan berkembang menjadi lebih besar. Peristiwa di Cindai Alus ini menunjukkan bahwa informasi yang cepat dari warga, disertai respons petugas dan dukungan relawan, dapat membantu mencegah kobaran api mencapai rumah-rumah penduduk.
