REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Langkah nyata untuk memerdekakan anak-anak dari ketidakberdayaan pendidikan terus didorong Pemerintah Kota Banjarbaru.
Melalui peresmian Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dan MPLS Gelombang 3 secara terpusat via daring, sebanyak 234 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru resmi memulai babak baru perjalanan belajar mereka.


Hadir langsung di Gedung Serbaguna SRT 2 Banjarbaru pada Sabtu (15/08/2026), Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bersama Sekretaris Daerah Sirajoni.
Bagi Lisa, keberadaan sekolah terpadu merupakan wujud tanggung jawab negara.
Institusi menampung 60 siswa jenjang SD, 102 siswa SMP, dan 72 siswa SMA yang dididik untuk membentuk karakter, disiplin, serta keberanian dalam menentukan masa depan.
“Sekolah rakyat ini adalah bukti nyata hadirnya Pemerintah untuk bertanggung jawab atas kemerdekaan di bidang pendidikan, agar seluruh anak Banjarbaru memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk maju dan merdeka dari ketidakberdayaan,” ucap Wali Kota Lisa.
Dalam pengarahannya, ia menekankan pentingnya proses adaptasi awal untuk menemukan potensi diri dan membangun optimisme peserta didik.
“Sekolah adalah tempat untuk tumbuh. Di sini para siswa boleh bermimpi, anak-anak boleh punya cita-cita setinggi-tingginya. Apapun cita-cita kalian, Nak, jangan takut untuk bermimpi karena masa depan tidak ditentukan oleh sebagaimana kita memulai, tetapi oleh bagaimana kita menjalani prosesnya,” ungkapnya.
Ia turut berpesan para siswa memanfaatkan ruang belajar ini dengan maksimal, senantiasa menghormati tenaga pendidik, merawat rasa persaudaraan, dan menjaga nama baik daerah.
Dukungan operasional pun telah dimaksimalkan, di mana kompleks SRT 2 Banjarbaru di Jalan Batu Besi, Kelurahan Landasan Ulin Timur, kini ditunjang fasilitas memadai seperti ruang kelas, asrama, ruang makan, aula, hingga kepastian pasokan air dan listrik.



