RADAKSI8.COM, BANJAR – Suasana penuh konsentrasi mewarnai Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banjar, Jalan PU, Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Minggu (16/8/2026). Sebanyak 61 pecatur ambil bagian dalam turnamen catur cepat yang digelar DPC PKB Kabupaten Banjar bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Banjar.
Turnamen tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Road to Harlah ke-28 PKB. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi para pecatur untuk mengasah kemampuan, menguji ketajaman strategi, sekaligus mempererat silaturahmi antarpeserta.
Turnamen tersebut dibuka oleh ketua DPC PKB Kabupaten Banjar, M Zaini. Sejak pertandingan dimulai, para peserta tampak serius menghadapi setiap posisi di atas papan catur. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan matang karena satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya pertandingan dan memengaruhi posisi peserta pada babak berikutnya.
Ketua DPC PKB Kabupaten Banjar, M. Zaini, S.Pd., M.Pd., mengatakan turnamen tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada persaingan untuk meraih juara. Lebih dari itu, kegiatan olahraga menjadi salah satu cara PKB membangun kedekatan dan interaksi positif dengan masyarakat.
Menurutnya, olahraga, termasuk catur, memiliki nilai penting dalam membangun sportivitas, kedisiplinan, kemampuan berpikir dan menjalin kebersamaan.
«“Turnamen ini bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan mempererat hubungan PKB dengan masyarakat,” ujar M. Zaini.»
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Percasi Kabupaten Banjar sekaligus anggota DPRD Kabupaten Banjar, Hermani, S.Pd.I. Menurutnya, turnamen seperti ini dapat menjadi ruang positif untuk meningkatkan minat sekaligus mendorong perkembangan olahraga catur di Kabupaten Banjar.

Turnamen catur cepat ini menggunakan format pertandingan perorangan dengan peserta dari kategori non-master. Panitia menerapkan sistem Swiss sebanyak tujuh babak.
Sistem Swiss membuat persaingan berlangsung lebih dinamis. Peserta tidak secara otomatis tersingkir ketika mengalami kekalahan pada salah satu babak. Sebaliknya, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi melalui pertandingan berikutnya.
Dalam sistem ini, peserta akan dipasangkan dengan lawan berdasarkan hasil pertandingan dan posisi sementara. Dengan demikian, semakin tinggi performa seorang peserta, semakin besar kemungkinan ia bertemu dengan peserta lain yang juga memiliki catatan hasil pertandingan yang baik.
Format tersebut membuat persaingan tetap terbuka hingga babak terakhir. Peserta dituntut mampu menjaga konsistensi permainan sekaligus mengatur strategi sejak awal hingga akhir turnamen.
Setiap langkah di atas papan catur pun menjadi sangat penting. Keputusan untuk menyerang, bertahan, melakukan pertukaran bidak maupun mengorbankan buah catur harus dipertimbangkan secara matang agar tidak berujung pada kesalahan yang merugikan.
Untuk menambah motivasi peserta, panitia menyiapkan hadiah bagi 15 peringkat terbaik. Hadiah tidak hanya diberikan kepada tiga besar, tetapi juga kepada peserta yang mampu mempertahankan performa terbaik hingga posisi ke-15.
Rinciannya:
– Juara 1: Rp500.000
– Juara 2: Rp350.000
– Juara 3: Rp250.000
– Juara 4: Rp150.000
– Juara 5: Rp100.000
– Juara 6–15: masing-masing Rp50.000
Dengan sistem pertandingan tujuh babak dan hadiah bagi 15 peringkat terbaik, para peserta memiliki kesempatan untuk terus bersaing hingga pertandingan terakhir.
Turnamen ini sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Harlah ke-28 PKB tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang menyentuh berbagai kalangan masyarakat.
Melalui kolaborasi DPC PKB Kabupaten Banjar dan Percasi Kabupaten Banjar, turnamen catur diharapkan dapat menjadi agenda positif untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong tumbuhnya bibit-bibit pecatur potensial di Kabupaten Banjar.
Bagi para peserta, papan catur bukan sekadar tempat bertanding. Di balik setiap bidak yang digerakkan, terdapat perhitungan, kesabaran, konsentrasi, dan sportivitas yang menjadi bagian penting dalam olahraga catur.





