REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur alternatif Banjarbaru-Batulicin sejak 30 Juni 2026 menjadi perhatian DPRD Kabupaten Tanah Bumbu.
Merespons kondisi ini, DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi dan lintas instansi di Ruang Rapat DPRD Tanah Bumbu, Senin (10/8/2026).

RDP digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tanah Bumbu dengan menghadirkan sejumlah instansi terkait yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar.
Hadir dalam RDP tersebut perwakilan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas PUPR Tanah Bumbu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Bumbu, Polsek Mantewe, Koramil Mantewe, Dinas Perhubungan Tanah Bumbu serta sejumlah anggota DPRD.
Kapolsek Mantewe IPTU Kusnin mengatakan, sebanyak 13 kecelakaan telah terjadi dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Sebagian kecelakaan bahkan terjadi pada siang hari.
Menurutnya, kondisi geografis jalur alternatif Banjarbaru-Batulicin yang memiliki banyak tikungan, tanjakan dan turunan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan pengendara.
“Dengan medan yang liku-liku, berkelok-kelok serta tanjakan, kecepatan dari para pengguna jalan ini harus terukur sesuai batasan,” ujar Kusnin.
Ia menjelaskan, kendaraan yang melaju dengan kecepatan terlalu tinggi berpotensi mengambil badan jalan dari arah berlawanan ketika memasuki tikungan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Selain pengendalian kecepatan, Kusnin juga menilai perlu adanya penambahan rambu-rambu batas kecepatan dan papan peringatan di sejumlah titik rawan.
Pengendara juga diingatkan untuk menggunakan klakson ketika memasuki tikungan sebagai salah satu bentuk kewaspadaan terhadap kendaraan dari arah berlawanan.
Salah satu kecelakaan yang menjadi pembahasan dalam RDP terjadi pada 1 Agustus 2026. Kecelakaan melibatkan sebuah pikap yang membawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan truk tangki BBM.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka berat.
Kasat Lantas Polres Tanah Bumbu AKP Eko Guntar yang diwakili KBO Satlantas AIPTU Amin Firdaus mengatakan, berdasarkan hasil survei petugas, terdapat sejumlah bagian jalur yang mengalami perubahan kontur cukup cepat.
Perubahan tersebut meliputi jalan lurus, turunan, tikungan hingga tanjakan yang berada dalam satu rangkaian jalur.
“Dari jalan lurus itu diperkirakan ujung jalan gunung sebelah sana itu lurus. Padahal sebelumnya turun, kemudian menikung ke kiri baru lurus lagi,” ujar Amin.
Menurut Amin, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pengendara karena perubahan kontur jalan dapat memengaruhi kemampuan pengendara dalam mengantisipasi kondisi di depannya, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan memasuki tikungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, Robby Cahyadi, mengatakan penyebab kecelakaan di jalur Banjarbaru-Batulicin tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi jalan.
Menurut Robby, terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan secara bersamaan, mulai dari kondisi kendaraan, perilaku pengguna jalan hingga faktor lingkungan.
“Faktor kendaraan, pengguna jalan dan lingkungan juga perlu diperhatikan,” kata Robby.
Ia mengatakan, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan sejumlah perbaikan dan langkah mitigasi di beberapa titik pada jalur Banjarbaru-Batulicin.
Upaya tersebut juga akan dilengkapi dengan penambahan papan informasi mengenai batas kecepatan kendaraan.
Robby menjelaskan, batas kecepatan kendaraan pada jalan lurus ditetapkan maksimal 60 kilometer per jam. Sementara pada bagian jalan yang memiliki belokan, kecepatan maksimal yang dianjurkan adalah 40 kilometer per jam.
“Batasan kecepatan untuk jalan lurus itu 60 kilometer per jam, sedangkan pada belokan maksimal 40 kilometer per jam,” ujar Robby.
Ia menambahkan, penanganan sejumlah titik di jalur tersebut masih dalam tahap evaluasi. Evaluasi mencakup kebutuhan perbaikan jalan maupun penambahan fasilitas keselamatan lalu lintas lainnya.
Melalui RDP tersebut, DPRD Tanah Bumbu bersama instansi terkait mendorong agar aspek keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama, terutama di jalur alternatif Banjarbaru-Batulicin yang memiliki karakter medan berkelok, tanjakan dan turunan



