Minggu, 16 Agustus 2026
  • Login
  • Register
Redaksi 8
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
Redaksi 8
No Result
View All Result

Serangan Tungro dan Kekeringan Ancam Sawah Banjar, Distan Siapkan Strategi Selamatkan Produksi Padi

Az-Zukhairy by Az-Zukhairy
6 Agustus 2026
A A
Serangan Tungro dan Kekeringan Ancam Sawah Banjar, Distan Siapkan Strategi Selamatkan Produksi Padi
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

REDAKSI8.COM, BANJAR, Depth News – Ancaman terhadap produksi padi di Kabupaten Banjar semakin kompleks. Tidak hanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), perubahan pola tanam petani dan dampak perubahan iklim berupa kekeringan ekstrem kini turut menjadi tantangan serius yang harus segera diantisipasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) PHP yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di Aula Distan, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan ini menjadi forum penting untuk memetakan perkembangan serangan hama dan penyakit tanaman sekaligus menyusun langkah penanganan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan Kabupaten Banjar Nurul Chatimah beserta jajaran, Kepala BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan Lestari, serta para petugas POPT yang bertugas di berbagai wilayah.

LihatJuga :

DGC Season 2 Siap Panaskan HUT ke-81 RI, Tim MLBB se-Kabupaten Banjar Adu Strategi di Gunung Batu

Jelang HUT ke-81 RI, Warga Desa Bakambat Kompak Benahi Jalan Titian dan Bersihkan Lingkungan

Di Tengah Hening Malam, Balangan Kenang Jasa Pahlawan Jelang HUT ke-81 RI

Sa’adati Harumkan Nama MA Ainul Amin, Lolos Paskibraka Kabupaten Balangan

Dalam pertemuan tersebut, Nurul Chatimah mengungkapkan, persoalan yang dihadapi petani saat ini tidak lagi sebatas serangan hama dan penyakit tanaman. Pola tanam serta pemilihan varietas padi juga menjadi faktor yang turut menentukan tingkat kerentanan tanaman terhadap serangan penyakit.

Menurutnya, pada musim tanam pertama sekitar Oktober, sebagian petani menggunakan varietas unggul. Kondisi ini terutama terlihat di kawasan Optimasi Lahan (Opla), yang kemudian berhasil dipanen pada Januari.

Namun, memasuki musim tanam kedua pada Februari, pola tersebut berubah. Sebagian besar petani kembali menggunakan varietas lokal yang telah ditanam secara turun-temurun.

Penggunaan varietas lokal memang telah menjadi bagian dari kebiasaan petani, tetapi di sisi lain memiliki risiko ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan penyakit tertentu.

“Pada musim tanam kedua di bulan Februari, sebagian besar petani beralih menggunakan varietas lokal yang telah menjadi turun-temurun. Sayangnya, keputusan ini berisiko tinggi ketika diserang wabah virus tungro, terutama di sebagian besar wilayah Kecamatan Beruntung Baru,” ungkap Nurul.

Serangan virus tungro kemudian menjadi persoalan serius. Penyakit yang menyerang tanaman padi tersebut dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas apabila tidak segera dikendalikan.

Belum selesai menghadapi serangan tungro, petani kembali dihadapkan pada persoalan lain. Tanaman padi lokal yang masih berjuang untuk pulih harus menghadapi tekanan akibat dampak perubahan iklim (DPI), terutama kekeringan ekstrem yang terjadi seiring memasuki musim kemarau.

Akibat kondisi tersebut, luas lahan pertanian yang terdampak mengalami peningkatan cukup signifikan. Jika sebelumnya diperkirakan sekitar 100 hektare, kini luas lahan terdampak telah mencapai lebih dari 200 hektare.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Distan Kabupaten Banjar karena dampaknya tidak hanya menyangkut kondisi tanaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi dan pendapatan petani.

Menghadapi kondisi tersebut, Distan Kabupaten Banjar tidak ingin persoalan berhenti pada tahap pendataan. Tindak lanjut mulai disiapkan, termasuk setelah dilakukannya pembahasan bersama Dewan.

Distan bergerak menyiapkan langkah mitigasi sekaligus mengusulkan bantuan benih bagi petani yang terdampak kekeringan untuk menghadapi periode tanam Okmar atau Oktober–Maret.

Usulan tersebut antara lain mencakup bantuan benih untuk kawasan Opla serta dukungan melalui Program PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System).

Program PM-AAS merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi yang dikembangkan Kementerian Pertanian dengan mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi presisi, serta pola tanam yang lebih terarah.

Penerapan sistem tersebut diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga menekan biaya produksi melalui penggunaan teknologi dan pengelolaan budidaya yang lebih efisien.

“Usulan tersebut mencakup bantuan benih Opla, Program PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System) yang merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi dari Kementerian Pertanian yang mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi presisi, dan pola tanam terarah. Tujuannya untuk mendongkrak produktivitas hasil panen, mengefisienkan biaya produksi, dan mensejahterakan petani,” ujar Nurul.

Satu per satu petugas POPT menyampaikan hasil investigasi dan pemantauan dari wilayah kerja masing-masing. Laporan tersebut menjadi bahan penting bagi Distan untuk melihat perkembangan serangan di lapangan secara lebih menyeluruh.

Sejumlah ancaman mencuat dalam pemaparan tersebut, mulai dari serangan virus tungro hingga berbagai jenis hama yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Keberadaan petugas POPT menjadi sangat penting karena mereka berada di garis depan dalam melakukan pengamatan tanaman, mengidentifikasi jenis organisme pengganggu, memantau perkembangan serangan, serta memberikan rekomendasi pengendalian kepada petani.

Dengan deteksi yang lebih cepat, potensi meluasnya serangan diharapkan dapat ditekan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Distan Kabupaten Banjar menyadari bahwa persoalan pertanian saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Serangan OPT harus dihadapi dengan pengamatan dan pengendalian yang tepat, sementara perubahan iklim membutuhkan strategi budidaya yang lebih adaptif.

Di sisi lain, pemilihan varietas juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih tahan terhadap ancaman penyakit dan kondisi cuaca ekstrem.

Karena itu, sinergi antara petani, petugas POPT, Distan Kabupaten Banjar, BPTPH Provinsi Kalsel, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi padi.

Ancaman tungro dan kekeringan yang terjadi saat ini menjadi alarm bahwa perlindungan lahan pertanian tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pemantauan berkelanjutan, penggunaan varietas yang sesuai, pengelolaan air yang lebih baik, dukungan benih, serta penerapan teknologi pertanian modern.

Bagi Kabupaten Banjar, menjaga sawah bukan semata-mata mempertahankan lahan dari ancaman hama, penyakit maupun kekeringan. Lebih jauh, menjaga sawah berarti menjaga ketersediaan pangan sekaligus mempertahankan sumber penghidupan masyarakat.

Sebab, padi bukan hanya komoditas pangan utama. Bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Banjar, sektor pertanian merupakan bagian penting dari roda perekonomian.

Karena itu, setiap hektare sawah yang berhasil diselamatkan dari serangan penyakit dan dampak perubahan iklim bukan hanya berarti mempertahankan potensi panen, tetapi juga menjaga pendapatan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan pemetaan serangan yang lebih cepat, dukungan benih, penguatan pengendalian OPT, serta penerapan pertanian berbasis teknologi, Distan Kabupaten Banjar berharap ancaman yang muncul dapat ditekan dan produktivitas padi tetap terjaga.

Kini tantangannya bukan hanya bagaimana menanam dan memanen padi, tetapi bagaimana memastikan sawah tetap produktif di tengah ancaman penyakit dan perubahan iklim yang semakin nyata.

Share26Tweet16Send

Related Posts

DGC Season 2 Siap Panaskan HUT ke-81 RI, Tim MLBB se-Kabupaten Banjar Adu Strategi di Gunung Batu

DGC Season 2 Siap Panaskan HUT ke-81 RI, Tim MLBB se-Kabupaten Banjar Adu Strategi di Gunung Batu

by Az-Zukhairy
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Banjar bakal semakin meriah. Desa...

Jelang HUT ke-81 RI, Warga Desa Bakambat Kompak Benahi Jalan Titian dan Bersihkan Lingkungan

Jelang HUT ke-81 RI, Warga Desa Bakambat Kompak Benahi Jalan Titian dan Bersihkan Lingkungan

by Az-Zukhairy
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BANJAR – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial....

Di Tengah Hening Malam, Balangan Kenang Jasa Pahlawan Jelang HUT ke-81 RI

Di Tengah Hening Malam, Balangan Kenang Jasa Pahlawan Jelang HUT ke-81 RI

by A. Sibawaihi
16 Agustus 2026

REDAKSI8.COM, BALANGAN – Keheningan malam di kawasan Makam Pahlawan Desa Teluk Bayur, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Sabtu (15/8/2026), berubah menjadi...

Load More

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia – Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
  • Beranda
  • Indeks Berita
  • Pemerintahan
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPR RI
    • dprd balangan
    • DPRD banjarbaru
    • DPRD Kalimantan Timur
    • DPRD Kabupaten Banjar
    • DPRD Kabupaten Kotabaru
    • DPRD Kabupaten Tanah Bumbu
    • DPRD Provinsi Kalimantan Selatan
    • DPRD Kapuas
    • Kapuas
    • Kabupaten Balangan
  • Regional
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Hobi
  • Kuliner
  • RBU Group
  • Lainnya
    • Bschool
    • Opini
    • Female
    • Laporan Khusus
    • Legislatif
    • Peristiwa
    • Asal-Usul
    • Budaya
    • Environtment
    • Infrastruktur
    • Kesehatan
    • Layanan Publik
    • Pendidikan
    • Perikanan
    • Perkebunan
    • Pertanian
    • Peternakan
    • Religi
    • Sosial
    • Serba-serbi
    • Teknologi
    • Wisata
  • Login
  • Sign Up

© 2018 PT. Delapan Vilandux Indonesia - Semua Hak Cipta dilindungi Undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In