REDAKSI8.COM, BANJAR – Semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan kepada generasi muda di Kabupaten Banjar. Hal itu terlihat dalam kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) Wira dan Madya se-Kabupaten Banjar yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Martapura Kota, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang diikuti anggota PMR dari berbagai sekolah tersebut tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bertukar pengalaman, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan kepalangmerahan, membangun solidaritas, serta membentuk karakter pelajar agar memiliki kepedulian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.

Latgab PMR tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Banjar, H. Said Idrus Al-Habsyie. Hadir dalam kegiatan itu pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjar, para pembina PMR, serta perwakilan sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjar.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banjar mengapresiasi antusiasme para pelajar yang aktif mengikuti kegiatan kepalangmerahan. Menurutnya, PMR memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam memberikan pertolongan, tetapi juga memiliki karakter peduli, disiplin, bertanggung jawab, dan siap membantu orang lain.
Ia menilai kegiatan Latgab menjadi momentum penting untuk mempertemukan anggota PMR dari berbagai sekolah. Melalui interaksi dan latihan bersama, para peserta dapat saling berbagi pengalaman sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
“Semoga kegiatan ini dapat mempererat solidaritas, meningkatkan keterampilan, dan membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar H. Said Idrus Al-Habsyie.
Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Sebab, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kemampuan memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan.
Karena itu, kegiatan PMR dinilai memiliki manfaat strategis dalam mempersiapkan pelajar agar lebih tanggap ketika menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Dalam Latgab tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi dan mengikuti sejumlah praktik serta simulasi kepalangmerahan. Materi yang diberikan antara lain pertolongan pertama, keterampilan penggunaan tandu, serta pembekalan kepemimpinan.
Pertolongan pertama menjadi salah satu kemampuan penting yang diberikan kepada anggota PMR. Melalui latihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah dasar dalam memberikan bantuan kepada seseorang yang mengalami cedera atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, keterampilan tandu juga menjadi bagian dari latihan. Peserta dilatih bekerja secara berkelompok, mulai dari mempersiapkan tandu hingga melakukan proses evakuasi secara tepat dan aman.
Latihan semacam ini sekaligus mengajarkan pentingnya koordinasi. Dalam situasi darurat, kemampuan individu harus didukung dengan komunikasi dan kerja sama tim agar proses pertolongan dapat berjalan efektif.
Sementara pembekalan kepemimpinan diarahkan untuk membangun kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab anggota PMR. Para pelajar diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas sebagai anggota organisasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah.
Salah satu sekolah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah SMP Negeri 1 Astambul. Sekolah tersebut mengirimkan lima anggota PMR Wira sebagai utusan untuk mengikuti seluruh rangkaian Latgab.
Bagi para peserta dari SMPN 1 Astambul, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan kemampuan di bidang kepalangmerahan.
Mereka tidak hanya mendapatkan materi dan mengikuti simulasi, tetapi juga berkesempatan berinteraksi dengan anggota PMR dari sekolah lain di Kabupaten Banjar.
Pertemuan antarpelajar tersebut diharapkan dapat membuka ruang untuk saling bertukar pengalaman mengenai kegiatan PMR di masing-masing sekolah. Dengan demikian, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama Latgab dapat dibawa kembali ke lingkungan sekolah untuk dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan berikutnya.
Keterampilan yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan tindakan pertolongan sederhana dan cepat.
Lebih dari sekadar latihan keterampilan, Latgab PMR juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.
Para anggota PMR didorong untuk memahami dan mengamalkan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.
Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan penting bagi anggota PMR dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan. Nilai kemanusiaan, misalnya, mengajarkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pertolongan tanpa membedakan latar belakang.
Sementara nilai kesukarelaan mendorong para pelajar untuk membantu sesama dengan ketulusan, bukan karena paksaan maupun kepentingan pribadi.
Penanaman nilai tersebut sejak usia sekolah diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang lebih peka terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
Melalui kegiatan Latgab, PMR Kabupaten Banjar tidak hanya mencetak pelajar yang terampil dalam pertolongan pertama, tetapi juga berupaya melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa sosial, mampu bekerja sama, disiplin, serta siap berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.
Dengan semakin banyaknya pelajar yang memiliki keterampilan dasar kepalangmerahan dan karakter peduli terhadap sesama, keberadaan PMR di sekolah diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam membangun budaya saling membantu dan kesiapsiagaan di lingkungan masyarakat.
Latgab PMR se-Kabupaten Banjar pun menjadi pengingat bahwa semangat kemanusiaan dapat ditanamkan sejak bangku sekolah. Dari keterampilan sederhana dalam memberikan pertolongan, para pelajar belajar tentang arti kepedulian, kerja sama, tanggung jawab, dan keberanian untuk hadir membantu orang lain ketika dibutuhkan.



