REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai mematangkan persiapan menghadapi Evaluasi atas Efektivitas Pembangunan Perkotaan (Urban Development) Tahun 2026. Melalui koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh data dan dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam proses evaluasi tersusun secara lengkap, akurat, dan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
Komitmen tersebut ditandai dengan dibukanya kegiatan Persiapan Evaluasi atas Efektivitas Pembangunan Perkotaan Tahun 2026 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar, Hj Anna Rosida Santi, di Aula Bauntung Kantor Bapperida Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2026) siang.


Kegiatan yang digelar Bapperida melalui Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IK) tersebut menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyiapkan bahan evaluasi pembangunan perkotaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perangkat daerah yang menjadi pengampu data, di antaranya Sekretariat Daerah, Inspektorat Daerah, BPKPAD, BPBD, DPMPTSP, DPUPRP, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, DPKPLH, Dinas Sosial P3AP2KB, DKISP, Dinas Pertanian, serta Bapperida Kabupaten Banjar. Kehadiran seluruh SKPD dinilai penting karena keberhasilan evaluasi sangat bergantung pada kelengkapan data yang dihimpun dari masing-masing instansi.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah H Yudi Andrea menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus proaktif berkoordinasi apabila menemukan kendala dalam proses pengisian data. Menurutnya, berbagai persoalan teknis maupun administratif tidak boleh menjadi alasan terhambatnya proses evaluasi.
“Apabila ada kendala, segera komunikasikan. Jangan menunggu sampai batas waktu berakhir. Semua persoalan harus diselesaikan bersama agar pengisian data dapat diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa data yang disampaikan bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, melainkan menjadi dasar dalam menilai sejauh mana pembangunan perkotaan di Kabupaten Banjar telah berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap data harus disusun secara akurat, dapat dipertanggungjawabkan, serta didukung dokumen yang lengkap.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Banjar, Hj Anna Rosida Santi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan evaluasi kebijakan dan perencanaan pembangunan perkotaan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kabupaten Banjar menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai lokus evaluasi sehingga diperlukan kesiapan seluruh perangkat daerah dalam memenuhi berbagai indikator penilaian.
Menurutnya, evaluasi ini memiliki peran penting untuk mengukur efektivitas pelaksanaan pembangunan perkotaan, termasuk berbagai program strategis yang berada di kawasan Metropolitan Banjarbakula. Hasil evaluasi nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran objektif mengenai keberhasilan pembangunan sekaligus menjadi dasar penyempurnaan kebijakan di masa mendatang.
Karena itu, Anna meminta seluruh SKPD memastikan setiap data yang disampaikan telah sesuai dengan ketentuan, mudah ditelusuri, memiliki bukti pendukung yang lengkap, serta menggambarkan kondisi riil pelaksanaan program di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kabupaten Banjar, Hj Herlina, memaparkan perkembangan pengisian data dari masing-masing perangkat daerah. Dari hasil pemantauan tersebut masih ditemukan beberapa indikator yang belum dilengkapi oleh SKPD pengampu.
Pembahasan kemudian berlangsung secara interaktif. Masing-masing perangkat daerah menyampaikan perkembangan pekerjaan, kendala yang dihadapi, hingga langkah percepatan yang akan dilakukan. Beberapa keterlambatan pengisian diketahui disebabkan masih berlangsungnya proses verifikasi internal, penyempurnaan data, serta kelengkapan dokumen pendukung.
Melalui forum tersebut, seluruh peserta akhirnya menyepakati untuk segera menuntaskan seluruh kekurangan data sebelum batas waktu yang telah ditetapkan. Kesepakatan tersebut menjadi bukti komitmen bersama agar proses evaluasi tidak mengalami hambatan sekaligus memastikan seluruh data yang disampaikan memenuhi standar penilaian yang dipersyaratkan.
Bapperida Kabupaten Banjar menargetkan seluruh proses input data, verifikasi, hingga penyampaian dokumen pendukung dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan sinergi dan koordinasi yang semakin kuat antarperangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Banjar optimistis Evaluasi atas Efektivitas Pembangunan Perkotaan Tahun 2026 dapat berlangsung secara optimal.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan evaluasi, hasil penilaian tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan, memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta mewujudkan pembangunan perkotaan di Kabupaten Banjar yang semakin berkelanjutan, terintegrasi, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.



