REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Pasca insiden kecelakaan maut yang menimpa rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Lingkungan Hidup (KKN-LH) di Kabupaten Tanah Bumbu, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bergerak cepat memprioritaskan penanganan korban serta pemulihan psikologis bagi para mahasiswa yang terdampak.
Musibah lalu lintas yang terjadi saat rombongan dalam perjalanan menuju lokasi wisata Sungai Alut usai menghadiri acara syukuran desa tersebut merenggut enam nyawa, termasuk mahasiswa ULM, UNU Kalsel dan anggota karang taruna, serta menyebabkan satu mahasiswa ULM harus mendapatkan perawatan intensif.

Sesaat setelah menerima kabar duka tersebut, ULM sontak menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari Wakil Rektor III, Tim Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT), panitia pelaksana, hingga Dosen Pendamping Lapangan.
Guna memastikan penanganan pascakejadian berjalan sigap dan sistematis, tim gabungan tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok kerja yang disebar untuk berkoordinasi langsung dengan pihak keluarga korban di rumah duka, jajaran rumah sakit, pemerintah daerah, serta aparat kepolisian terkait.
Penanganan terhadap para korban, baik yang meninggal dunia maupun selamat, menjadi fokus utama dalam skema tanggap darurat tersebut.
Dua mahasiswa ULM yang gugur, yakni Abdi Cahaya Girsang dari Fakultas Kehutanan dan Muhammad Ramadhani dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, kini telah selesai dimakamkan dengan pendampingan penuh dari jajaran pimpinan ULM sejak pemulangan jenazah dari Tanah Bumbu.
Sementara itu, satu korban selamat atas nama M. Fahrizal Hasbi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang saat ini dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin dikabarkan dalam kondisi stabil untuk menjalani proses pemulihan medis.
Seluruh pembiayaan penanganan musibah ini ditanggung sepenuhnya secara kolaboratif oleh Pemerintah Daerah Tanah Bumbu dan ULM.
Langkah evakuasi dan perlindungan psikologis juga diambil dengan menarik seluruh 13 mahasiswa anggota kelompok Desa Batulicin Irigasi dari lokasi KKN pada Minggu, (2/8/2026).
Penarikan itu diputuskan untuk memberikan ruang aman bagi para mahasiswa agar dapat pulih dari trauma mendalam di bawah pendampingan keluarga masing-masing.
Tim MKBT ULM diterjunkan secara khusus untuk memberikan layanan kesehatan mental dan trauma healing secara berkala bagi mereka yang terdampak.
Sebagai langkah preventif pascamusibah bagi kelompok mahasiswa yang masih menjalankan KKN-LH di lokasi lain hingga 10 Agustus 2026, ULM telah mengeluarkan Instruksi Bersama terkait keselamatan serta pembatasan mobilitas peserta di lapangan.
Di saat yang sama, ULM terus berkoordinasi erat dengan Pemkab Tanah Bumbu dan pihak Kepolisian dalam mengawal proses penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan, sembari menyampaikan apresiasi atas ketanggapan Bupati Tanah Bumbu dan mengajak seluruh sivitas akademika untuk memberikan dukungan moral serta doa bagi proses pemulihan para korban.



