REDAKSI8.COM, BALANGAN – Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin resmi melepas 19 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XIII untuk menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Balida, Kabupaten Balangan. Program yang didukung melalui Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan kelembagaan, transformasi digital, serta inovasi produk unggulan berbasis potensi lokal.
Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Muhammad Nor, S.Sos., M.M., dan turut dihadiri Kepala Bapperida Kabupaten Balangan, H. Rakhmadi Yusni, S.Sos., M.AP.

Sementara dari UM Banjarmasin hadir Kepala Lembaga Riset dan Inovasi, Joko Priyanto Wibowo, Ph.D., bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Ketua Panitia KKN Angkatan XIII, Dr. Muhammad Anshari.
Selama satu bulan pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan fokus menjalankan tiga program utama yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi Desa Balida.
Program pertama adalah penguatan kelembagaan desa, melalui pendampingan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi agar mampu mengelola potensi ekonomi desa secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Program kedua adalah transformasi digital, dengan membantu masyarakat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran produk lokal sekaligus membangun citra Desa Balida sebagai desa wisata. Mahasiswa akan memberikan pendampingan mengenai strategi pemasaran digital, promosi melalui media sosial, hingga penguatan identitas atau branding desa agar lebih dikenal masyarakat luas.
Sementara itu, program ketiga berfokus pada pengembangan inovasi produk lokal, yakni menciptakan produk kesehatan berbasis hasil budidaya madu kelulut. Potensi tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara baik, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Ketua Panitia KKN Angkatan XIII, Dr. Muhammad Anshari, menjelaskan bahwa program KKN tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di lapangan, tetapi juga dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong lahirnya inovasi desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi masyarakat desa, khususnya melalui pengembangan kelembagaan, digitalisasi, dan inovasi produk lokal. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan,” ujar Dr. Muhammad Anshari.
Pemerintah Kabupaten Balangan menyambut positif pelaksanaan KKN tersebut. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi yang dapat memperkuat potensi Desa Balida, sekaligus meningkatkan daya saing desa melalui pengelolaan usaha yang lebih modern dan berbasis teknologi.
Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi juga dinilai penting untuk mempercepat pembangunan desa, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi lokal, dan mengoptimalkan potensi wisata maupun produk unggulan yang dimiliki masyarakat.
Melalui program KKN ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu meninggalkan program-program yang berkelanjutan sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meski masa pengabdian telah berakhir.
Kegiatan pelepasan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Balangan, pimpinan UM Banjarmasin, dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN Angkatan XIII sebagai simbol dimulainya pengabdian untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.



