REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Stiker identitas perusahaan yang sebelumnya terpasang pada mobil tangki yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru disebut sudah tidak terlihat saat proses evakuasi kendaraan.
Perubahan tersebut disoroti oleh seorang relawan. Relawan bernama Maulana mengaku sempat melihat tulisan “Kaisar Group” pada bodi mobil tangki sebelum kendaraan dievakuasi.

“Pas awal masih belum dievakuasi itu di mobilnya ada tulisan Kaisar Group. Setelah diangkat, tulisannya hilang dan hanya menyisakan bagian putih saja,” ujar Maulana kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Maulana mengaku heran dengan hilangnya stiker identitas perusahaan tersebut. Menurutnya, perubahan itu perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum agar penyebabnya dapat dipastikan melalui penyelidikan.
“Padahal di TKP banyak aparat kepolisian, tapi tanda perusahaan bisa tiba-tiba hilang. Ini patut dipertanyakan lebih lanjut,” katanya.
Ia berharap proses hukum tetap berjalan secara transparan dan pihak yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut tidak lepas dari pertanggungjawaban, terlepas dari ada atau tidaknya identitas perusahaan yang masih menempel pada kendaraan.
Sebagaimana diketahui, kecelakaan tersebut mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia, termasuk sopir mobil tangki bernama Muhammad Ilyas.
Sementara itu, terkait dugaan yang beredar di masyarakat mengenai kepemilikan mobil tangki tersebut, pihak PT Pertamina Patra Niaga telah memberikan penjelasan.
Dikutip dari detikKalimantan, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan hasil penelusuran internal menunjukkan kendaraan tersebut bukan armada operasional Pertamina.
“Dari penelusuran internal kami, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional milik Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina,” ujar Edi, Minggu (2/8).
Ia menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan mengenai kepemilikan kendaraan maupun penanganan perkara kepada aparat kepolisian.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang,” tutupnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan yang disebut dalam stiker kendaraan mengenai dugaan hilangnya identitas tersebut.
Belum ada pula pernyataan dari kepolisian terkait penyebab stiker tidak lagi terlihat saat proses evakuasi maupun apakah perubahan tersebut menjadi bagian dari materi penyelidikan.



