REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kesempatan menukarkan sampah menjadi sembako dimanfaatkan sejumlah warga yang menghadiri Rimba Mart dalam rangkaian Pasar Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Pameran Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Sejak siang hingga sore hari, warga memadati lokasi kegiatan di Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, untuk menukarkan berbagai jenis sampah yang telah dipilah dari rumah dan bernilai ekonomis.

Salah satu warga asal Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Isna mengaku, sengaja datang setelah mengetahui informasi kegiatan tersebut dari media sosial.
“Membawa 5 kilogram buku bekas yang dikumpulkan dari rumah. Tahunya dari sosmed. Sengaja datang ke sini, ternyata rame banget. Kami kira sedikit aja yang datang, ternyata banyak sekali,” ujarnya, Kamis (30/7/26).
Dari hasil penukaran sampah tersebut, Isna memperoleh nilai sebesar Rp44 ribu yang kemudian ditukarkan dengan berbagai kebutuhan pokok (bapok).
“Dapat teh, gula, garam, mie sama minyak goreng dua liter. Lumayan buat kebutuhan sehari-hari,” sebutnya.
Dengan adanya program itu, ia berencana mulai mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk ditukarkan kembali apabila kegiatan serupa kembali dilaksanakan.
“Baru kali ini memilah sampah. Nanti kalau ada acara lagi, sampahnya disimpan lagi,” ucapnya.
Isna berharap kegiatan seperti Rimba Mart dapat terus dilaksanakan karena tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
“Terima kasih buat Pemerintah. Program seperti ini bagus dan semoga sering diadakan,” pungkasnya.



