REDAKSI8.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan terus memperkuat tata kelola kelembagaan koperasi agar semakin profesional, akuntabel, dan mampu mengikuti perkembangan sistem administrasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kelembagaan Koperasi yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Tenaga Kerja) Kabupaten Balangan terkait optimalisasi penggunaan aplikasi ODS Mandiri, Selasa (28/7/2026), di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus dan pengawas koperasi eksisting atau koperasi non Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang beroperasi di Kabupaten Balangan. Rakor menjadi bagian dari upaya pembinaan pemerintah daerah agar koperasi memiliki tata kelola yang lebih tertib sekaligus mampu memenuhi kewajiban administrasi secara mandiri melalui pemanfaatan teknologi digital.


Rapat koordinasi dibuka oleh Kepala Bidang Koperasi Diskop UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Balangan, H. Rasyidi, S.Ag. Hadir pula Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Balangan, H. Anang, yang memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi di daerah.
Dalam sambutannya, H. Rasyidi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar koperasi di Balangan mampu berkembang sebagai lembaga ekonomi yang sehat, transparan, dan memiliki administrasi yang tertib.
Menurutnya, kemajuan koperasi tidak hanya diukur dari aktivitas usaha, tetapi juga dari kualitas pengelolaan organisasi dan kelengkapan data kelembagaan yang dimiliki. Oleh karena itu, pengurus dan pengawas koperasi perlu memahami pentingnya memperbarui data secara berkala melalui aplikasi ODS Mandiri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada pengurus dan pengawas koperasi terkait pengelolaan kelembagaan koperasi, khususnya dalam pemanfaatan aplikasi ODS Mandiri. Harapannya, koperasi-koperasi di Kabupaten Balangan dapat semakin tertib dalam administrasi, memahami kewajibannya sebagai badan hukum, serta mampu mengelola data koperasi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar H. Rasyidi.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang berdiskusi untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan koperasi. Dengan demikian, solusi yang diberikan narasumber dapat langsung diterapkan guna meningkatkan kualitas administrasi dan tata kelola koperasi masing-masing.
Pada kesempatan itu, materi disampaikan oleh Fahrul Zani, SST., Kepala Seksi Organisasi dan Tata Laksana Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menjelaskan bahwa aplikasi ODS Mandiri merupakan sistem yang dirancang untuk memudahkan koperasi melakukan pemutakhiran data kelembagaan secara cepat, mandiri, dan sesuai kondisi terkini.
Melalui aplikasi tersebut, koperasi dapat memperbarui berbagai informasi penting mengenai kelembagaan tanpa harus melalui proses administrasi yang panjang. Selain itu, koperasi yang telah memenuhi ketentuan juga dapat mencetak sendiri Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK), yang menjadi bukti pengakuan pemerintah bahwa koperasi tersebut aktif baik dari sisi kelembagaan maupun kegiatan usahanya.
Tidak hanya menyampaikan teori, narasumber juga memberikan pendampingan praktik secara langsung. Para peserta diajak mengakses website ODS Mandiri, mulai dari proses masuk ke sistem, memperbarui data koperasi, hingga mencetak Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK). Pendekatan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta sehingga dapat mengoperasikan aplikasi secara mandiri setelah kembali ke koperasi masing-masing.
Suasana rakor berlangsung interaktif. Para pengurus dan pengawas koperasi terlihat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik penggunaan aplikasi. Berbagai pertanyaan dan kendala yang selama ini dihadapi, mulai dari pembaruan data kelembagaan hingga kendala teknis penggunaan sistem, disampaikan langsung kepada narasumber untuk memperoleh solusi.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh koperasi di Kabupaten Balangan semakin siap menghadapi transformasi digital dalam tata kelola kelembagaan. Dengan data yang akurat dan selalu diperbarui, koperasi akan lebih mudah memperoleh pengakuan sebagai koperasi aktif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun para mitra usaha.
Rapat koordinasi ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Balangan dalam mendorong lahirnya koperasi-koperasi yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ke depan, optimalisasi penggunaan aplikasi ODS Mandiri diharapkan tidak hanya menciptakan administrasi yang lebih tertib, tetapi juga memperkuat daya saing koperasi sebagai pilar penting penggerak ekonomi kerakyatan di Kabupaten Balangan.



